WILLINGNESS TO PAY DOSIS BOOSTER VAKSIN COVID-19 OLEH MASYARAKAT DAN FAKTOR PENENTUNYA DI INDONESIA TAHUN 2023 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

WILLINGNESS TO PAY DOSIS BOOSTER VAKSIN COVID-19 OLEH MASYARAKAT DAN FAKTOR PENENTUNYA DI INDONESIA TAHUN 2023


Pengarang

CUT MAULA NANDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Harapan - 198512312014041001 - Dosen Pembimbing I
Ferry Dwi Kurniawan - 198012082014041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2007101010170

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran (S1)., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Vaksinasi di Indonesia masih di tanggung oleh pemerintah, namun tidak
berlangsung secara cepat dikarenakan oleh biaya vaksin yang menjadi masalah.
Willingness to pay (WTP) dalam penelitian ini merupakan metode yang digunakan
untuk memperkirakan biaya maksimum yang bersedia dibelanjakan oleh seseorang
untuk vaksinasi COVID-19, guna pembuatan kebijakan vaksin dan promosi
penerimaan vaksin berbayar ulang, khususnya di negara berpenghasilan menengah
ke bawah seperti Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui WTP dosis
booster COVID-19 dan determinannya di Indonesia tahun 2023. Penelitian ini
pernah dilakukan pada tahun 2020 dan 2022. Survei online didistribusikan ke lima
pulau di Indonesia dengan menggunakan teknik simplified snowball sampling.
Evaluasi WTP dilakukan menggunakan algoritma simple dichotomous contingent
dan model regresi linear berganda untuk menganalisis determinannya. Dari 1855
responden, terdapat 1599 responden bersedia membayar untuk mendapatkan vaksin
dosis booster (86,1%). Karakteristik umum subjek penelitian ini didominasi oleh
jenis kelamin perempuan (76,6%), kelompok usia 21-30 tahun (50,6%), belum
menikah (82%), pendidikan terakhir sebagai sarjana dan diploma (52,4%), tidak
bekerja/pensiun/mahasiswa (72.7%), beragama Islam (85%), dan tidak
berpenghasilan (63,9%). Mayoritas responden bersedia membayar vaksin dosis
booster dengan harga < Rp 125.000 kemudian diikuti dengan harga Rp 250.000,
masing masing 44,1%, dan 34,1%. Hasil analisis model regresi linear multivariat
menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap WTP yaitu jenis kelamin,
riwayat infeksi COVID-19 sebelumnya, pemahaman obat tradisional, keyakinan
terhadap kemanjuran vaksin dalam kategori tingkat rendah dan persepsi responden
terhadap resiko infeksi dalam kategori tingkat sedang. Studi ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan WTP dari tahun 2022 hingga 2023. Data WTP ini dapat
digunakan pemerintah untuk menentukan harga vaksin COVID-19 di Indonesia.
Namun demikian, untuk mencapai cakupan vaksin yang lebih tinggi, mungkin
pemerintah perlu memberikan subsidi sebagian vaksin kepada masyarakat kurang
mampu.
Kata kunci: Willingness to pay, COVID-19, dosis booster, vaksinasi, regresi 
linear

COVID-19 vaccination in Indonesia is currently government-funded. However, the progress has been hindered due to the vaccination high cost. Willingness to pay (WTP) in this study is a method to estimate the maximum cost of a person who are willing to pay for COVID-19 vaccination. This study aims to determine the willingness to pay (WTP) for COVID-19 booster doses and its determinants in Indonesia in 2023. The study was conducted in June 2023. This study utilized an online survey to collect data from five Indonesian islands using a simplified snowball sampling technique. The WTP evaluation was conducted using a simple dichotomous contingent algorithm and multiple linear regression models. A total of 1855 respondents participated and were willing to received a booster dose. The respondents who were willing to pay for a booster were accounted 1599 (86.1%). Most participants were female (76.6%), aged 21 to 30 (50.6%), unmarried (82%), has an education as bachelor’s degree and/or a diploma (52.4%), unemployed (72.7%), muslim (85%) and without income (63.9%). The majority of respondent were willing to pay for a booster dose at under Rp 125,000, followed by Rp 250,000, 44.1%, and 34.1%, respectively. The multivariate linear regression model analysis results showed that the factors associated with WTP were gender, COVID-19 infection history, traditional medicine comprehension, vaccine efficacy belief, and infection risk perception. This study shows that there will be an increase in WTP from 2022 to 2023.This research shows that the WTP for the booster dose is relatively low among the Indonesian population and the related factors above can increase the possibility of WTP. Keywords: Willingness to pay, COVID-19, booster dose, vaccination, linear  regresion

Citation



    SERVICES DESK