<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118801">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN DURASI PAPARAN FORMALDEHID DENGAN EFEK AKUT PADA PRAKTIKAN DAN STAF DALAM PRAKTIKUM ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Salsabila Mutiara Utami</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Formaldehid merupakan bahan yang sering digunakan sebagai pengawet kadaver dalam laboratorium anatomi. Paparan akut formaldehid dapat menimbulkan efek iritasi. Salah satu faktor yang mendukung beratnya efek akut yaitu durasi paparan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi paparan formaldehid dengan efek akut pada praktikan dan staf dalam praktikum anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel 167 responden yang terdiri dari mahasiswa dan asisten laboratorium anatomi. Penelitian dilakukan pada bulan September 2023. Data efek akut dikumpulkan dengan kuesioner, data durasi paparan dikumpulkan dengan menghitung lamanya responden terpapar cadaver dalam  praktikum anatomi, serta data konsentrasi formaldehid dikumpulkan dengan alat sensor gas semikonduktor. Data durasi paparan dan efek akut dianalisa korelasinya dengan menggunakan Uji Korelasi Spearman. Hasil yang didapatkan adalah Terdapat hubungan bermakna dengan r sebesar 0,550 dan p sebesar 0,000 antara durasi paparan gas formaldehid dengan efek akut yang ditimbulkan pada praktikan dan staf dalam praktikum anatomi dengan lima efek akut tertinggi yang dialami, yaitu mata perih sebanyak 160 orang (95,8%), mata berair sebanyak 142 orang (85%), hidung berair sebanyak 84 orang (50,3%), mata merah sebanyak 80 orang (47,9%), dan tenggorokan kering sebanyak 62 orang (37,1%) dan rata-rata gas formaldehid saat praktikum adalah 0,04 ± 0,018 ppm.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118801</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 11:51:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 15:42:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>