<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118795">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN RAWAT INAP BERULANG PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dita Zafira T</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasien penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis (HD) memiliki tingkat rawat inap berulang yang tinggi dibandingkan dengan pasien yang menderita penyakit lain. Di Indonesia, pasien PGK-HD mengalami rata-rata dua kali rawat inap berulang dalam setahun. Kerentanan terhadap berbagai masalah kesehatan membuat pasien PGK-HD kembali dirawat inap di rumah sakit akibat berbagai faktor. Penelitian ini  bertujuan untuk  mengetahui  faktor-faktor  yang mempengaruhi kejadian rawat inap berulang pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.  Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional dan pendekatan retrospektif. Data diperoleh melalui data sekunder berupa rekam medis dari 87 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan didapat berdasarkan metode purposive sampling. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap kejadian rawat inap berulang adalah tekanan darah (p=0,01) dan kelebihan cairan (p=0,000). Variabel yang tidak berpengaruh adalah kadar Hb (p=0,246), infeksi (p=0,685), dan penyakit kardiovaskular (p=0,151). Berdasarkan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ditemukan bahwa variabel kelebihan cairan adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian rawat inap berulang. Kesimpulan penelitian ini adalah kelebihan cairan merupakan faktor yang paling mempengaruhi terhadap kejadian rawat inap berulang pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh (p=0,003; OR=10,609 (95% CI: 2,250-50,022)).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118795</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 11:39:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 15:29:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>