<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118788">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS ANTROPOMETRI TIPE HIDUNG BERDASARKAN INDEKS NASALIS ANTARA SUKU ACEH DAN SUKU MINANG PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SULTHAN ZIKRILLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengukuran antropometri digunakan untuk melihat variasi ukuran dan bentuk tubuh manusia. Ukuran dan bentuk hidung manusia berbeda-beda tiap orang lainnya dan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, iklim, etnis dan wilayah. Variasi morfologi hidung pada penelitian ini dianalisis menggunakan pengukuran antropometri. Setelah didapatkan data antropometri hidung, kita dapat mengetahui tipe hidung seseorang dengan rumus indeks nasalis. Indeks nasalis adalah perbandingan tinggi hidung dan lebar hidung kemudian dikalikan 100. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis antropometri tipe hidung berdasarkan indeks nasalis antara suku Aceh dan suku Minang pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dengan total 64 subjek penelitian yang terdiri dari 32 orang suku Aceh dan 32 orang suku Minang yang memenuhi kriteria pada tanggal 6 Mei 2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe hidung suku Aceh adalah Lepthorrine sebanyak 9 orang (28,1%), Mesorrhine sebanyak 21 orang (65,6%), Platyrrhine sebanyak 2 orang (6,3%) dan tipe hidung suku Minang adalah Lepthorrine sebanyak 13 orang (40,6%), Mesorrhine sebanyak 16 orang (50,0%), Platyrrhine sebanyak 3 orang (9,4%) serta tidak ada perbedaan antara indeks nasalis suku Aceh dan suku Minang dengan p value= 0,12. Tipe hidung suku Aceh paling dominan adalah Mesorrhine dan tipe hidung suku Minang paling dominan adalah Mesorrhine.&#13;
Kata kunci: Antropometri, tipe hidung, indeks nasalis, suku aceh, suku minang</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118788</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 11:21:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 15:11:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>