<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118781">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KURKUMIN TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Faturrahman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peningkatan jumlah populasi dunia dan angka kelahiran yang tinggi telah menjadi masalah global yang perlu diperhatikan. Program keluarga berencana adalah salah satu upaya dalam mengatasi masalah ini. Salah satu upaya dapat melalui pengembangan dan identifikasi metode kontrasepsi baru, khususnya pada pria karena selama ini hanya terbatas pada kondom dan vasektomi. Penelitian mengenai kontrasepsi pria dilakukan untuk menemukan jenis kontrasepsi yang ideal, efektif, dan reversible. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kurkumin terhadap kualitas spermatozoa tikus Wistar (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan post test only with control group design. Subjek penelitian menggunakan tikus Wistar jantan (Rattus norvegicus). 6 ekor tikus dibagi menjadi 1 kelompok kontrol dan 1 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol hanya diberikan aquades dan pakan standar, sedangkan kelompok perlakuan diberikan kurkumin sebesar 150 mg/kgBB per hari selama 48 hari. Parameter yang diukur adalah spermatozoa tikus yang diambil dari kauda epididimis melalui pembedahan. Pembedahan tikus dan penilaian spermatozoa dilakukan pada hari ke-49. Evaluasi spermatozoa dilakukan terhadap konsentrasi, motilitas, viabilitas, dan morfologi. Analisis data menggunakan uji parametrik (Independent Sample T-Test) dan uji non parametrik (Mann Whitney) dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Evaluasi spermatozoa menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap konsentrasi, motilitas, viabilitas, dan morfologi spermatozoa  (p &gt; 0,05), sehingga H0 diterima. Meskipun tidak terdapat perbedaan yang signifikan, tetapi terdapat kecenderungan adanya penurunan terhadap konsentrasi dan morfologi spermatozoa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SPERM</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CONTRACEPTION</topic>
 </subject>
 <classification>363.96</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118781</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 11:06:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 15:53:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>