Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI TENTANG PERILAKU KOROSI DAERAH LASAN BAJA TAHAN KARAT AUSTENITIK AISI 304
Pengarang
Muhammad Ravi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0304102010068
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Baja tahan karat austenitik AISI 304 (austenitic stainless steel AISI 304) adalah material logam yang sangat banyak digunakan untuk alat-alat industri dan alat-alat transportasi, karena memiliki sifat mekanik dan sifat fisik serta ketahanan terhadap korosi yang baik. Kemudian sifat mampu las yang dimilikinya juga lebih baik dibandingkan dengan jenis-jenis baja tahan karat lainnya. Walaupun demikian banyak ditemui kasus-kasus kegagalan pada baja tahan karat austenitik AISI 304 akibat terkorosinya daerah lasan. Hal tersebut diakibatkan oleh masukan panas pada saat proses pengelasan. Penyambungan logam dengan mengunakan proses pengelasan akan mengakibatkan berubahnya sifat dan karakteristik dari logam seperti terbentuknya tiga daerah logam yang berbeda yaitu logam las (Weld Metal), daerah dipengaruhi panas (HAZ), dan logam induk (Base Metal). Disamping itu masukan panas dari proses pengelasan dapat menyebabkan sensitisasi yang merugikan. Oleh karena itu pengetahuan tentang perilaku korosi pada daerah lasan penting untuk diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku korosi daerah lasan baja tahan karat AISI 304 dan selanjutnya untuk mendapatkan laju korosi aktual untuk tiap-tiap daerah logam las. Pengukuran laju korosi dilakukan dengan metode elektrokimia secara polarisasi tinier untuk mempelajari perilaku polarisasi anodik dan katodik dari baja tahan karat austenitik AISI 304. Sebelum dilakukannya pengukuran spesimen awal berbentuk pipa yang sudah dilas kemudian dilakukan pemotongan. Spesimen dipotong sebanyak sembilan sampel selanjutnya diamplas dan polishing kemudian dietsa dengan merujuk kepada standar ASTM E-304-00 untuk mendapatkan perbedaan batasan lasan serta diisolasi. Kurva polarisasi diukur dalam larutan air laut buatan yang mengandung 3,5 % NaCl terhadap sembilan spesimen, yang dikelompokkan menjadi tiga spesimen logam las, tiga spesimen HAZ, dan tiga spesimen logam induk. Hasil penelitian menunjukan bahwa terlihat adanya perbedaan potensial korosi pada daerah logam lasan dimana kecenderungan daerah logam HAZ terkorosi lebih cepat dibandingkan daerah lain. Pada ketiga spesimen yang diukur didapat bahwa daerah HAZ potensial korosinya -570 mV, -558 mV, -550mV, dan dengan laju korosinya 5,016 mpy, 5, 1 68 mpy, 5,33 mpy yang merupaka tertinggi dibandingkan dengan daerah logam lain nya. Oleh karena itu daerah HAZ merupakan daerah yang paling rentan mengalami serangan korosi.
Kata kunci : Pengelasan, Baja tahan karat austenitik AISI 304. kurva polarisasi. korosi, polarisasi linier. HAZ.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH ANNEALING PASCA PENGELASAN TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTURMIKRO PADA SAMBUNGAN AISI 1018 DAN AISI 308 (Kharisma Permana, 2018)
ANALISA LAJU KOROSI DAERAH LOGAM LAS PADA BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODA POLARISASI LINIER (Harris Hidayat, 2024)
ANALISA KETANGGUHAN PADA DAERAH LAS HASIL PENGELASAN BAJA AISI 1018 DAN AISI 308 PASCA ANNEALING (Nazaruddin, 2020)
PERILAKU KOROSI LELAH BAJA TAHAN KARAT AISI 304 DALAM LINGKUNGAN AIR LAUT BUATAN (Herdi Susanto, 2025)
INISIASI DAN PERTUMBUHAN PIT PADA KOROSI LELAH BAJA TAHAN KARAT AISI 304 DALAM LINGKUNGAN AIR LAUT BUATAN (M. Rizki, 2023)