PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON BUSA BERSERAT TEBU | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON BUSA BERSERAT TEBU


Pengarang

Tasia Oktanuansania - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0704101010031

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

624.183 4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton busa berserat tebu. Lingkungan ini meliputi lingkungan air tawar dan lingkungan air asin. Pada penelitian ini benda uji diletakkan di lingkungan air tawar dan lingkungan air asin pada umur perendaman 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan dari umur perawatan 28 hari. Benda uji yang digunakan untuk pengujian kuat tekan adalah silinder berdiameter 15 cm; tinggi 30 cm sebanyak 35 buah dan untuk pengujian kuat tarik belah silinder berdiameter 15 cm; tinggi 30 cm sebanyak 35 buah, sehingga jumlah benda uji yang dibuat adalah 70 buah benda uji. Faktor Air Semen (FAS) yang digunakan adalah 0,4. Pada penelitian ini menggunakan berat jenis (Specific Gravity) 1,6, dan persentase serat tebu yaitu 1,5%. Serat tebu yang digunakan berdiameter 0,35 mm dengan panjang 25 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lingkungan perawatan beton busa berserat tebu mempengaruhi nilai kuat tekan dan kuat tarik belah. Lingkungan perawatan berpengaruh dikarenakan serat di dalam beton menjadi lebih awet pada perawatan lingkungan air tawar dan air asin. Peningkatan kuat tekan beton busa di Lingkungan Air Tawar (LAT) adalah sebesar 0,504%; 1,009%; dan 1,263% pada I, 2 dan 3 bulan sedangkan di Lingkungan Air Asin (LAA) terjadi kenaikan pada umur 1, 2 dan 3 bulan yaitu sebesar 4,797%, 5,052%, dan 10,607%. Peningkatan kuat tarik belah beton busa di Lingkungan Air Tawar (LAT) adalah kenaikan sebesar 0,010%;0,016%; dan 0,055% pada 1, 2 dan 3 bulan. Sedangkan di Lingkungan Air Asin
(LAA) juga terjadi kenaikan pada umur 1, 2 dan 3 bulan yaitu sebesar 0,041 %,0,047%, dan 0,054%. Berdasarkan analisis varian dan analisis regresi, waktu perendaman tidak berpengaruh nyata pada kuat tekan dan kuat tarik belah beton busa tetapi faktor lingkungan berpengaruh nyata.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK