<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118742">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN KELAINAN REFRAKSI PADA SISWA SD NEGERI 67 PERCONTOHAN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Husnul Khatimah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab terbanyak gangguan penglihatan yang dapat dialami oleh berbagai kelompok usia terutama pada usia anak sekolah. Tingginya kasus kelainan refraksi pada anak akan berdampak negatif pada tumbuh kembang anak  mengingat bahwa selama 12 tahun pertama pekembangan anak akan mendapatkan informasi sebanyak 80% melalui penglihatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui gambaran kelainan refraksi pada siswa SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 272 orang. Hasil penelitian menunjuukan 34 (57,6 %) pasien mengalami miopia, 25 (42,4%) orang mengalami astigmatisma, dan tidak terdapat responden yang mengalami hipermetropia. Pasien kelainan refraksi dengan usia terbanyak adalah pada usia 7 tahun (23,6%) dengan mayoritas perempuan (21,9%). Berdasarkan tingkatannya pasien miopia terbanyak adalah miopia derajat rendah (87,3%). Lalu untuk klasifikasi astigmatisma, astigmatisma miopia simpleks merupakan yang terbanyak (62,5%). Dari hasil tersebut, penting untuk dilakukan skrining ketajaman mata pada anak sekolah untuk mencegah kejadian kelainan refraksi dan mencegah terjadinya komplikasi dikemudian hari.&#13;
Kata Kunci : Miopia, Hipermetropia, Astigamtisma</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118742</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 09:37:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 11:52:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>