<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118731">
 <titleInfo>
  <title>KOMPONEN HASIL TANAMAN CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) GENOTIPE F5 AKIBAT SERANGAN BEGOMOVIRUS DI DATARAN MENENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FATHUR AL QARNI MUNDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura banyak dibudidayakan oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga tanaman ini menjadi salah satu komoditas strategis di Indonesia. Produksi cabai di Indonesia berfluktuasi disebabkan oleh berbagai penyebab, seperti serangan hama dan patogen, salah satunya adalah serangan virus atau lebih dikenal penyakit keriting kuning pada daun tanaman (Begomovirus) yang menyebabkan rendahnya produktivitas tanaman cabai di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serangan Begomovirus terhadap komponen hasil tanaman cabai genotipe F5 di dataran menengah. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Balai Latihan Penyuluh Pertanian (BLPP) Saree Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupten Aceh Besar dengan ketinggian 458 mdpl 5o 26’ 46” LU dan 95o 43’ 43” BT. Lahan berjenis tanah Andisol dan telah menjadi tempat penelitian untuk budidaya tanaman cabai setiap tahunnya. Pengamatan hasil dilakukan di Laboratorium Hortikultura Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni hingga Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Non Faktorial. Percobaan ini melibatkan 10 genotipe F5 dan dua varietas tetua, Perintis dan Kencana, yang diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat total 36 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 10 tanaman sampel, sehingga jumlah keseluruhan tanaman sampel adalah 360. Data kuantitatif yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada tingkat signifikansi 5%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari parameter kuantitatif, seperti berat buah per tanaman, jumlah buah,  panjang buah, berat per buah, diameter buah, panjang tangkai buah, dan ketebalan kulit buah. Selain itu, terdapat parameter kualitatif, seperti bentuk pangkal, bentuk ujung, permukaan, dan warna buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman cabai genotipe F5-1 memiliki ketahanan yang baik meskipun dalam keadaan terserang Begomovirus. Hasil tanaman cabai genotipe F5-1 terbaik untuk parameter berat buah pertanaman, jumlah buah pertanaman, berat perbuah, panjang buah, panjang tangkai buah, ketebalan kulit buah dan diameter buah. Genotipe uji F5 dengan warna buah merah gelap atau Deep Reddisk Brown (0708) dan bentuk ujung buah tumpul lebih menyerupai varietas Perintis, dan genotipe uji F5 dengan permukaan buah kasar menyerupai varietas Kencana.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118731</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-26 23:29:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 11:30:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>