<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118694">
 <titleInfo>
  <title>DETERMINAN FAKTOR RISIKO KETERLAMBATAN PENGOBATAN PNEUMONIA PADA ANAK DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Garsia Safana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pneumonia merupakan penyakit menular penyebab kematian terbanyak kedua pada balita di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah keterlambatan dalam upaya pencarian pengobatan ke fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berperan dalam kejadian keterlambatan dalam upaya pencarian pengobatan pneumonia pada anak ke fasilitas kesehatan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional dan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian ini didapatkan 26 dari 40 responden (65%) terlambat dalam upaya pencarian pengobatan pneumonia anak ke fasilitas kesehatan. Berdasarkan faktor risiko didapatkan 100% responden dengan pengetahuan rendah, 100% responden dengan tingkat pendidikan rendah, 55,6% responden dengan status bekerja, 71,4% responden dengan rentang usia 18-25 tahun, 82,6% responden dengan pendapatan rendah, dan 62,5% responden yang memiliki pengaruh sosiokultural terhadap upaya pencarian pengobatan pneumonia pada anak. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan antara pengetahuan (p=0,004), pendidikan (p=0,002), pendapatan (p=0,006), dan usia (p=0,037). Hasil uji multivariat dengan regresi logistik menunjukkan pengetahuan (p=0,002, RP =2,932) merupakan faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap keterlambatan pengobatan pneumonia pada anak di RSUDZA Banda Aceh. Berbagai upaya promotif terkait pneumonia anak diperlukan dari tenaga kesehatan untuk menciptakan kesadaran ibu atau pengasuh dalam meningkatkan perilaku pencarian layanan kesehatan pada penyakit pneumonia anak.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118694</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-25 13:45:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 10:55:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>