<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118668">
 <titleInfo>
  <title>PERTUMBUHAN BIBIT JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAEA) PADA BEBERAPA BAHAN MEDIA PEMBIBITAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AMIE DINISYAM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jamur merang (Volvariella volvaceae) yakni selaku jenis jamur yang banyak mendapat perhatian masyarakat karena kandungan nutrisinya yang tinggi serta potensi pertumbuhan dan kemajuan yang menjanjikan. Jamur merang yakni selaku komoditas sayuran yang mempunyai nilai komersial yang signifikan dan potensi yang menjanjikan. Biji-bijian berfungsi sebagai substrat optimal untuk perkembangbiakan miselium pada benih jamur F1. Media biji-bijian bermanfaat untuk budidaya benih F1 karena mampu menyediakan unsur hara yang diperlukan, khususnya karbohidrat, untuk pembentukan miselium jamur. Penelitian ini berlangsung di Laboratorium  Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, bermula pada bulan Oktober 2022 sampai Januari 2023. Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial dengan pola faktor untuk jenis media pembibitan terdiri dari 6 taraf yaitu biji jagung (M1), biji kacang hijau (M2), bij kacang merah (M3), gabah padi (M4), biji sorgum (M5), dan biji kacang kedelai (M6), setiap taraf perlakuan dilakukan pengulangan yakni 3 kali yang mana didapatkan 18 satuan percobaan. Adapun parameter yang dilakukan pengamatan yaitu rata-rata perumbuhan miselium secara horizontal dan vertikal umur 7 serta 14 hari setelah inokulasi (HSI), rata-rata kecepatan pertumbuhan miselium secara horizontal serta vertikal, rata-rata pertumbuhan awal miselium serta rata-rata laju pertumbuhan miselium. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya terdapat beberapa jenis media pembibitan yang perengaruh sangat nyata pada rata-rata pertumbuhan miselium secara vertikal pada umur 7 serta 14 hari setelah inokulasi (HSI) dan rata-rata kecepatan pertumbuhan miselium secara vertikal serta membawa pengaruh nyata terhadap rata-rata pertumbuhan awal miselium dan rata-rata laju pertumbuhan miselium namun membawa pengaruh tidak nyata pada peubah rata-rata pertumbuhan miselium secara horizontal umur 7 14 hari setelah inokulasi (HSI) dan rata-rata kecepatan pertumbuhan miselium secara horizontal.&#13;
Kata kunci : Biji-bijian, Bibit F1, Jamur Merang&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118668</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-23 13:43:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 10:36:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>