<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118659">
 <titleInfo>
  <title>POLA DAN KEPEKAAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI YANG DIISOLASI DARI KULTUR DARAH DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khalda Sausan Azhar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bakteremia merupakan kondisi terdapatnya bakteri di dalam aliran darah yang dikonfirmasi dengan kultur darah positif. Bakteremia dapat disebabkan oleh berbagai patogen, salah satunya adalah Escherichia coli (E. coli). E. coli mampu menghasilkan enzim extended-spectrum betalactamase (ESBL) yang memicu resistansi terhadap antibiotik golongan β-laktam. Resistansi antibiotik memperburuk morbiditas dan mortalitas pasien bakteremia E. coli. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola dan kepekaan bakteri Escherichia coli yang diisolasi pada kultur darah di RSUD dr. Zainoel Abidin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan desain cross sectional yang mengkaji data rekam medis dan data laboratorium mikrobiologi klinik periode Januari 2020 – Desember 2022. Sampel dalam penelitian ini adalah 108 isolat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi E. coli yang diisolasi dari kultur darah sebanyak 108 isolat (1,03%) dari total kultur darah yang dilakukan pada tahun 2020 – 2022. 108 isolat terbagi atas 74 isolat (68,5%) E. coli ESBL dan 34 isolat (31,5%) E. coli non ESBL. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (53,3%), Rentang usia terbanyak yaitu 45 – 59 tahun (43,5%) dengan rata-rata usia 53 ± 18,9 tahun. Sebagian besar pasien dirawat di ruang rawat non ICU (69,4%). Lama rawat pasien mayoritas 7 – 14 hari (43,5%) dengan rata-rata 11 ± 7,3 hari. Fokus infeksi terbanyak pada sistem urinaria (37,1%) dan sumber tidak diketahui (38,7%). Diagnosis lain yang banyak teridentifikasi adalah sepsis (27,4%) dan penyakit lainnya (35,5%). Luaran pasien meninggal dan perbaikan memiliki prevalensi yang sama (50,0%). Antibiotik dengan kepekaan tertinggi adalah amikacin, doripenem, meropenem, imipenem, dan cefoperazone/sulbactam. E. coli memiliki kepekaan yang rendah terhadap ampicillin, amoxicillin, ceftriaxone, cefotaxime, dan levofloxacin.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Bakteremia, Escherichia coli, ESBL, Antibiotik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANTIBIOTICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ESCHERICHIA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BACTERIA</topic>
 </subject>
 <classification>579.342</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118659</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 18:26:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-14 12:31:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>