<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118647">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN SIMEULUE TERHADAP PENANGANAN ILLEGAL FISHING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fani Kussuma</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Provinsi  Aceh  yang  memiliki  sumber  perikanan  yang  melimpah  dengan  berbagai  jenis ikan, maka sumber perikanan harus dimanfaatkan dengan baik melalui penangkapan ikan yang ramah lingkungan . Realitanya dalam penangkapan ikan sebagian dilakukan secara ilegal,  baik  dengan  tanpa  izin  maupun  dengan  menggunakan  alat  penangkapan  yang merusak lingkungan. Dari letak geografisnya Kabupaten Simeulue merupakan kawasan perikanan  yang  sangat  strategis  karena  merupakan  jalur  migrasi  ikan  pelagis  melalui Samudera  Hindia.  Perikanan  dekat  pantai  juga  menghasilkan  ikan  ekonomis  penting seperti lobster, kerapu, teripang, dan gurita yang saat ini telah menjadi komoditas global. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mempelajari pengambilan kebijakan  Pemerintah  Kabupaten  Simeulue  terhadap  penanganan  illegal  fishing  serta pengaruhnya menjaga keamanan laut. Adapun teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori kebijakan. Sementara metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode  kualitatif  dengan  pendekatan  deskriptif.  Hasil  dari  penelitian  ini  menyatakan bahwa  Program  Pemerintah  Kabupaten  Simeulue  terhadap  penanggulangan  illegal fishing memiliki 2 aspek yaitu aspek pengawasan dan pemberdayaan kepada masyarakat, yang  mana  faktanya  dilapangan  kedua  program  tersebut  belum  dilakukan  secara maksimal.  Tanggapan  nelayan  terhadap  kinerja  Pemerintah  Kabupaten  Simeulue terhadap  penanganan  illegal  fishing  yaitu  terwujudnya  transparansi  informasi  kepada masyarakat  nelayan,  meningkatkan  pengawasan  laut  dan  meningkatkan  sosialisasi program.  Faktor  yang  menjadi  hambatan  Pemerintah  Kabupaten  Simeulue  terhadap penanganan  illegal  fishing  yaitu  anggaran  biaya  operasional  yang  terbatas  dan  kondisi cuaca ekstrim. Adapun saran dalam penelitian ini yaitu Pemerintah Kabupaten Simeulue harus melakukan perubahan berdasarkan kebijakan yang efektif, terutama pada program pengawasan  dan  pemberdayaan  kepada  masyrakat.  Pemerintah  Daerah  harus  mencari solusi dan menganalisis pokok hambatan terhadap penanganan illegal fishing.  &#13;
Kata Kunci: Kebijakan, Penanganan, Ilegal Fishing, Kabupaten Simeulue.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118647</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 17:22:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 10:14:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>