<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118622">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN SELF-STIGMA DENGAN GANGGUAN CEMAS MENYELURUH PADA PASIEN EPILEPSI DI POLI SARAF RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DHAFIRA RAYYANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologi yang paling umum terjadi di seluruh dunia. Stigma telah terbukti berpengaruh negatif  pada pasien epilepsi, seperti kecemasan. Gangguan kecemasan juga berhubungan dengan stigmatisasi.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan self-stigma dengan gangguan cemas menyeluruh pada pasien epilepsi di Poli Saraf RSUDZA Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional serta menggunakan teknik total sampling. Sampel penelitian ini adalah pasien epilepsi yang berjumlah 30 orang yang datang ke Poli Saraf RSUDZA Banda Aceh periode Oktober 2023 hingga November 2023. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan wawancara terpimpin menggunakan kuisioner ISEP versi Bahasa Indonesia dan GAD-7 versi Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien epilepsi mengalami self-stigma pada tingkat sedang sebanyak 23 orang (76.7%) dan tidak mengalami gangguan cemas menyeluruh sebanyak 19 orang (63.3%). Hasil uji statistik koefisien kontingensi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-stigma dengan gangguan cemas menyeluruh dengan kekuatan korelasi sangat lemah (p-value &gt; 0.05, r = 0.071). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-stigma dengan gangguan cemas menyeluruh pada pasien epilepsi di Poli Saraf RSUDZA Banda Aceh.&#13;
&#13;
Kata kunci: Epilepsi, Self-Stigma, Gangguan Cemas Menyeluruh, Stigma, Kecemasan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118622</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 16:15:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 09:41:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>