<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118613">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PROSES PENYELESAIAN KONFLIK RUMAH IBADAH DI ACEH SINGKIL OLEH KESBANGPOL PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD AL AUZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 &#13;
 Konflik rumah ibadah di Aceh Singkil tidak terlepas dari pro dan kontra dalam&#13;
penafsiran UUPA dan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 25 Tahun 2007, dimana bagi&#13;
kalangan mayoritas peraturan ini merupakan langkah konkrit sebagai jawaban dari&#13;
keistimewaan Aceh dalam  pelaksanaan syariat Islam. Sedangkan bagi minoritas&#13;
peraturan ini  justru mempersempit peluang  mendirikan rumah ibadah lainnya  di&#13;
Aceh. Sehingga konflik rumah ibadah Aceh Singkil menjadi wewenang provinsi&#13;
dalam mengatasinya, salah satu lembaga yang bertanggung jawab adalah Badan&#13;
Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Provinsi Aceh berdasarkan Peraturan&#13;
Menteri dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 pasal 5 ayat 2 poin&#13;
C. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses penyelesaian Konflik rumah ibadah&#13;
di Aceh Singkil oleh Kesbangpol Provinsi Aceh dan untuk mengetahui faktor apa&#13;
saja yang mendukung dan menghambat proses penyelesaian konflik rumah ibadah di&#13;
Aceh Singkil oleh Kesbangpol Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan Teori&#13;
Transformasi Konflik (John Paul Laderach), Konsep Toleransi Beragama. Jenis&#13;
penelitian ini kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui, observasi dan wawancara.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa langkah yang di ambil oleh KESBANGPOL&#13;
Aceh dimulai dengan membentuk tim TP4 untuk mendapatkan data, melakukan&#13;
sosialisasi dan dialog antar umat beragama, melaporkan temuan kepada Gubenur,&#13;
menfasilitasi mediasi pihak yang berkonflik. Sedangkan lambatnya penyelesaian&#13;
konfrik rumah ibadah di Aceh Singkil tidak terlepas dari tidak ada pemetaan konflik&#13;
di daerah rawan konflik dan kurangnya keterbukaan dari pihak non muslim.&#13;
Berdasarkan hasil dari penelitian ini peneliti merekomendasikan agar menjadi acuan&#13;
atau pertimbangan lembaga yang terkait untuk mengadvokasi permasalahan rumah&#13;
ibadah di Aceh sampai tuntas.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Konflik, Rumah Ibadah , Aceh Singkil &#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118613</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 16:01:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 09:27:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>