<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118569">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI DAN ANALISISRNSIGNAL-TO-INTERFERENCE-PLUS-NOISE RATIO JARINGAN 6G 100 GHZ DI KOPELMA UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dwi Rizky Madina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jaringan 6G dapat memberikan kecepatan jaringan yang lebih cepat, latensi yang lebih rendah, dan kemampuan untuk mendukung interkoneksi secara universal untuk memenuhi semua kebutuhan di masa mendatang. Jaringan 6G menggunakan spektrum frekuensi baru yang dapat meminimalisasi terjadinya interferensi. Interferensi merupakan masalah serius dalam sistem komunikasi yang perlu diminimalisasi, nilai interferensi yang tinggi dapat menurunkan Signal-to- Inteference Plus Noise Ratio (SINR) ke titik yang rendah. Pada penelitian ini dilakukan simulasi perancangan jaringan 6G antara penggunaan jumlah antena 64 dan 128 rectangular antenna array menggunakan software MATLAB di daerah Kopelma Universitas Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa dibutuhkan setidaknya 29 Base Station (BS) dengan Inter Side Distance (ISD) sejauh 200 meter untuk mencakup seluruh wilayah Kopelma UniversitasSyiah Kuala. Setelah dilakukan simulasi perancangan, didapatkan nilai SINR pada penggunaan antena 64 dengan nilai tertingginya 17.3731 dB dan terendahnya 0.7748 dB sementara pada saat penggunaan antena 128 nilai tertinggi yang diperoleh adalah18.5712 dB dan terendahnya 1.7754 dB. Sehingga dapat disimpulkan antena yang memiliki nilai SINR yang lebih bagus yaitu 128 rectangular antenna array.&#13;
&#13;
Kata kunci: 6G, Frekuensi, SINR, Interference, antenna.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118569</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 12:08:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 15:05:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>