<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118548">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG BANGUN WEARABALE SYSTEM PENDETEKSI GEJALA AWAL TANTRUM PADA ANAK AUTISME</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>VANIA PRATAMA HASAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro dan Komputer</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tantrum menjadi salah satu bagian menantang untuk pengasuhnya, karena perilaku yang akan terjadi ketika tantrum ialah menangis, berteriak, menendang hingga menyakiti diri sendiri. Penyebab tantrum pada anak penderita autisme ialah adanya kelebihan menerima stimulus sensorik seperti mendengarkan suara yang bervolume keras. Ketika mengalami tantrum, jantung akan bekerja lebih cepat saat &#13;
memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga suhu tubuhnya akan mengalami perubahan, serta mengakitbatkan kelenjar keringat mengekskresi keringat pada permukaan kulit. Untuk mencegah terjadinya hal-hal berbahaya ketika tantrum, dibuat suatu alat pendeteksi keadaan anak penderita autisme ketika akan tantrum dengan mengukur detak jantung, suhu tubuh, konduktansi kulit dan intensitas suara &#13;
di sekitarnya. Data pengukuran dari sensor dapat diakses pada aplikasi Blynk yang ada pada smartphone secara real time. Ketika gejala tantrum terdeteksi, smartphone pengasuh akan mendapatkan notifikasi. Metode analisa data pada penelitian ini adalah decision tree. Penelitian ini menghasilkan suatu wearable system yang mampu mendeteksi gejala awal tantrum pada anak penderita autisme berbentuk &#13;
gelang yang terintegrasi dengan sistem IoT dan menghasilkan akurasi 94%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118548</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 11:00:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 11:04:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>