ANALISIS KOMPOSISI DAN KARAKTERISTIK BATU GAMPING RNACEH SEBAGAI BAHAN BAKU SEALER ENDODONTIK MENGGUNAKAN METODE SEM-EDX | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KOMPOSISI DAN KARAKTERISTIK BATU GAMPING RNACEH SEBAGAI BAHAN BAKU SEALER ENDODONTIK MENGGUNAKAN METODE SEM-EDX


Pengarang

Salwa As Syifa - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Iin Sundari - 197708152010122001 - Dosen Pembimbing I
Viona Diansari - 197810252006042003 - Dosen Pembimbing II
Sri Fitriyani - 198108102006042001 - Penguji
Diana Setya Ningsih - 198201102008012012 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2013101010015

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Gigi., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sealer merupakan salah satu bahan yang penting dalam tahap pengisian saluran akar. Mineral Trioxide Aggregate (MTA) merupakan salah satu sealer yang bahan dasar utamanya yaitu kalsium karbonat. Kalsium karbonat menjadi senyawa kimia yang banyak diperoleh dari batu gamping. Potensi batu gamping di Indonesia sangat besar terutama di wilayah Provinsi Aceh. Pemanfaatan batu gamping di Aceh didasarkan oleh adanya perusahaan semen pada Kecamatan Lhoknga di pesisir sebelah barat dan dibangunnya perusahaan semen di Kecamatan Muara Tiga di pesisir sebelah timur. Saat ini harga MTA cukup mahal dan sulit didapatkan maka diperlukan analasis unsur dan karakteristik dari setiap batu gamping di Provinsi Aceh untuk dijadikan bahan baku dari sealer endodontik sehingga kedepannya akan didapatkan bahan baku MTA yang lebih mudah terjangkau. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan komposisi dan karakteristik antara batu gamping pada Kecamatan Lhoknga dan Kecamatan Muara Tiga sebagai bahan baku sealer endodontik. Penelitian ini dilakukan dengan menghaluskan kedua batu gamping hingga menjadi bubuk, lalu sampel dibagi menjadi dua untuk sampel yang tidak dikalsinasi dan sampel yang dikalsinasi pada suhu 900°C selama 1 jam dan selanjutnya dilakukan pengamatan menggunakan SEM-EDX mapping. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa batu gamping pada Kecamatan Lhoknga memiliki morfologi mikro dan tekstur yang halus dibandingkan dengan batu gamping pada Kecamatan Muara Tiga sedangkan batu gamping Kecamatan Muara Tiga memiliki komposisi unsur Ca yang jauh lebih tinggi. Terjadi peningkatan unsur Ca pada kedua sampel sesudah dikalsinasi. Hasil dari kedua sampel yang dikalsinasi dan tidak dikalsinasi tersebut tidak ditemukan unsur yang bersifat toxic sehingga aman digunakan untuk aplikasi klinis terutama sebagai bahan endodontik.

Sealer is an important ingredient in the root canal filling stage. Mineral Trioxide Aggregate (MTA) is a sealer whose main ingredient is calcium carbonate. Calcium carbonate is a chemical compound that is mostly obtained from limestone. The potential for limestone in Indonesia is very large, especially in the Aceh Province region. The use of limestone in Aceh is based on the existence of a cement company in Lhoknga District on the west coast and the construction of a cement company in Muara Tiga District on the east coast. Currently, the price of MTA is quite expensive and difficult to obtain, so it is necessary to analyze the elements and characteristics of each limestone in Aceh Province to be used as raw material for endodontic sealers so that in the future MTA raw materials can be obtained which are more affordable. The aim of this research is to determine the differences in composition and characteristics between limestone in Lhoknga District and Muara Tiga District as raw material for endodontic sealers. This research was carried out by grinding the two limestones until they became powder, then the samples were divided into two for samples that were not calcined and samples that were calcined at a temperature of 900°C for 1 hour and then observed using SEM-EDX mapping. The results of this research show that limestone in Lhoknga District has a finer micro morphology and texture compared to limestone in Muara Tiga District, while limestone in Muara Tiga District has a much higher Ca element composition. There was an increase in the Ca element in both samples after calcination. The results of both calcined and uncalcined samples did not reveal any toxic elements so they were safe to use for clinical applications, especially as endodontic materials.

Citation



    SERVICES DESK