<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118535">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH FORMULA SEDIAAN GEL LIDAH BUAYA (ALOEVERA) SEBAGAI ANTIBIOFILM TERHADAP BAKTERI PERIODONTAL PORPHYROMONAS GINGIVALIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GHASSANI IKRAMINA CANDRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit periodontal adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dalam biofilm rongga mulut terutama Porphyromonas gingivalis. Saat ini, obat kumur klorheksidin digunakan sebagai kontrol biofilm karena terbukti mampu melawan bakteri Gram negatif termasuk Porphyromonas gingivalis. Namun, klorheksidin memiliki beberapa efek samping. Pemanfaatan bahan herbal kini semakin berkembang,  salah satunya penggunaan Lidah buaya (Aloe vera). Gel Lidah buaya terdiri dari beberapa senyawa aktif yang memiliki potensi antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh formula sediaan gel Lidah buaya terhadap biofilm bakteri periodontal Porphyromonas gingivalis. Penelitian ini diawali dengan determinasi Lidah buaya, dilanjutkan dengan proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% sebagai pelarut. Ekstrak yang diperoleh diuji fitokimia dan FTIR. Tahap berikutnya adalah formulasi sediaan gel Lidah buaya dengan kosentrasi 10%. Formula ini selanjutnya diuji kemampuan antibiofim menggunakan metode microtiter plate assay tehadap Porphyromonas gingivalis ATCC 33277. Gel klorheksidin 0,2 % sebagai kelompok positif dan basis gel sebagai kelompok negatif. Well microplate yang telah diinkubasi dengan &#13;
Porphyromonas gingivalis dan bahan uji, diukur optical density (OD) menggunakan ELISA reader pada panjang gelombang 490 nm untuk mengetahui kemampuan penghambatan biofilm. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok negatif dengan OD 0,067:0,243. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa sediaan gel Lidah buaya 10% dapat menghambat biofilm bakteri periodontal Porphyromonas gingivalis secara in vitro dengan jumlah massa biofilm sebesar 0.067.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118535</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 10:26:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 10:34:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>