<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118517">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK PENDERITA RINITIS ALERGI DENGAN HASIL UJI CUKIT KULIT POSITIF YANG BEROBAT DI POLIKLINIK THT-KL RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Nur Annisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rinitis alergi adalah penyakit inflamasi yang dimediasi oleh IgE pada mukosa&#13;
hidung yang terjadi akibat sensitisasi alergen, dan menimbulkan gejala klinis&#13;
berupa hidung tersumbat, bersin-bersin, rasa gatal, dan keluarnya sekret yang&#13;
encer dari hidung. Uji cukit kulit merupakan pemeriksaan diagnostik utama yang&#13;
dapat mendeteksi antibodi IgE spesifik terhadap protein dan peptida alergen.&#13;
Angka kejadian rinitis alergi di Indonesia kini mencapai 1,5-12.4% dan&#13;
mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengetahui karakteristik penderita rinitis alergi dengan hasil uji cukit kulit positif&#13;
yang berobat di Poliklinik THT-KL RSUDZA Banda Aceh pada bulan Januari&#13;
2019 sampai Maret 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian&#13;
deskriptif retrospektif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder&#13;
berupa rekam medis pasien. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini&#13;
menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 62 orang.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi penderita rinitis alergi dengan&#13;
hasil uji cukit kulit positif terbanyak pada kelompok usia 17-25 tahun (27,4%),&#13;
mayoritas berjenis kelamin perempuan (69,4%), dan berasal dari kota Banda Aceh&#13;
(56,5%). Kelompok pekerjaan terbanyak adalah pelajar/mahasiswa (41,9%),&#13;
tingkat pendidikan akhir terbanyak adalah SMA (43,5%), jenis alergen inhalan&#13;
terbanyak yaitu tungau debu rumah (24,2%), jenis alergen ingestan terbanyak&#13;
yaitu udang (26,3%), dan gejala klinis yang paling sering dikeluhkan adalah&#13;
bersin &gt;5 kali (26,3%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa&#13;
karakteristik penderita rinitis alergi dengan hasil uji cukit kulit positif yang&#13;
berobat di Poliklinik THT-KL RSUDZA sesuai dengan hasil penelitian lain dan&#13;
literatur yang telah ada.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118517</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 02:33:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 09:22:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>