<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118512">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK PASIEN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT BERDASARKAN GAMBARAN INTERVAL QT ELEKTROKARDIOGRAM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AUFY SALWADIRA DITRIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) merupakan penyakit tuberkulosis yang telah kebal terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT) akibat mutasi strain bakteri Mycobacterium tuberculosis. Paduan pengobatan TB RO menggunakan obat yang banyak, sehingga berisiko menimbulkan efek samping salah satunya terjadi pemanjangan interval QT yang dapat mengakibatkan Torsades de Pointes oleh paduan obat yang mengandung bedaquline, levofloxacin/ moxifloxacin, clofazimin dan delamanid. Penelitian ini bertujuan meneliti efek samping pengunaan OAT pada jantung berupa pemanjangan interval QT pada pasien TB RO. Jenis penelitian observasional deskriptif dengan teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan di Poli TB RO Instalasi Pelayanan Tuberkulosis Terpadu RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan sampel pasien TB RO periode Januari 2021–Desember 2022 sebanyak 37 orang sesuai dengan kriteria.Hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi pasien TB RO yang mengalami pemanjangan interval QTc sebanyak 17 orang (45,9%) dan yang tidak mengalami pemanjangan interval QTc 20 orang (54,1%). Pemanjangan interval QTc paling banyak terjadi dalam pengobatan regimen jangka Panjang, yaitu sebanyak 5 orang (46,9%), insidensi pemanjangan interval QTc terbanyak pada bulan pertama dan bulan ketiga sebanyak (18,9%), pada kelompok usia 17-25 tahun sebanyak 6 orang (85,7%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 12 orang (48%), kelompok IMT &lt; 18,5 sebanyak 9 orang (47,4%), pada pasien dengan hipoalbumin 9 orang (52,9%), serta kelompok elektrolit dengan hipokalemia 1 orang (20%), komorbiditas terbanyak yaitu Diabetes Mellitus dengan jumlah 5 orang (31,25%). Kesimpulan, pasien TB RO paling banyak mengalami pemanjangan interval QTc dengan jenis kelamin laki-laki, usia 17-25 tahun, serta IMT &lt; 18,5.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TUBERCULOSIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.995</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118512</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 23:30:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 09:59:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>