<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118508">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI LUARAN KLINIS PNEUMONIA KOMUNITAS PADA PASIEN GERIATRI DI RUANG RAWAT INAP RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Rafif Darfia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasien geriatri sering mengalami multipatologi salah satunya adalah pneumonia dengan prevalensi sebesar 15-20% di seluruh dunia. Hal ini sering terjadi pada pasien usia lanjut dikarenakan pasien geriatri rentan mengalami penurunan imunitas dan penurunan cadangan fungsional tubuh sehingga meningkatkan risiko kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui angka kematian dan faktor yang dapat mempengaruhi luaran klinis pneumonia komunitas pada pasien geriatri. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cohort retrospektif. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien geriatri dengan pneumonia komunitas yang dirawat inap di RSUD dr. Zainoel Abidin dalam periode 1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel didapatkan sebanyak 141 sampel. Analisis penelitian dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia terbanyak adalah 60 – 74 tahun (70,2%) dengan jenis kelamin laki-laki (52,5%), memiliki penyakit komorbid ≥ 3 (53,2%) dan dirawat ≤ 7 hari (70,2%). Mayoritas pasien adalah polifarmasi (94,3%) dengan jenis antibiotik terbanyak sefalosporin generasi 3 (52,5%) dan tidak menggunakan kombinasi antibiotik (88,7%). Selain itu, didapatkan juga angka kematian pneumonia komunitas geriatri adalah sebesar 20,6%. Hasil analisis hubungan faktor risiko terhadap luaran klinis diperoleh p value variabel usia, jenis kelamin, penyakit komorbid, dan kombinasi antibiotik masing-masing 0,296; 0,238; 0,247; dan 0,343. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat variabel yang memiliki hubungan dengan luaran klinis pasien geriatri dengan pneumonia komunitas di ruang rawat inap RSUD dr. Zainoel Abidin.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PNEUMONIA - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GERIATRIC DISORDERS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>618.97</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118508</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 20:11:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-19 11:15:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>