<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118503">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI DAUN KARI SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI (VIBRIO ALGINOLYTICUS) PADA UDANG VANNAMEI ( LITOPENAEUS VANNAMEI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SALHA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan konsentrasi daun kari yang optimal sebagai antibakteri pada udang vannamei yang terserang Vibrio alginolyticus. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pembenihan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas  Syiah Kuala. Penelitian ini dilaksanakan mulai 16-30 November 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 taraf perlakuan dan 3 taraf ulangan, pada konsentrasi yang berbeda yaitu 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, 800 ppm, 1000 ppm, kontrol positif dan negatif. Parameter yang diukur yaitu tingkat kelangsungan hidup, jumlah vibrio total (TVC) dan kualitas air yang diamati selama ±15 hari. Sampel yang digunakan adalah udang vannamei post larva 11 yang telah diinfeksi bakteri Vibrio alginolyticus dengan konsentrasi 39 x 105 CFU/ml selanjutnya direndam ekstrak daun kari dan dilakukan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelangsungan hidup (SR) tertinggi terdapat pada kontrol positif dan perlakuan 1000 ppm yaitu sebesar 89 % dan 88 %, serta kelangsungan hidup terendah yaitu pada perlakuan 200 ppm yaitu sebesar 4,6 %. TVC tertinggi terdapat pada perlakuan 200 ppm dan kontrol negatif yaitu sebesar 813 x 105 CFU/ml dan 721 x 105 CFU/ml serta TVC terendah terdapat pada perlakuan 1000 ppm dan kontrol positif yaitu sebesar 94,6 x 105 CFU/ml dan 0 x 105 CFU/ml. Ekstrak daun kari yang diberikan pada udang vannamei yang terinfeksi bakteri Vibrio alginolyticus berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan TVC. Semakin tinggi konsentrasi yang diberikan maka semakin tinggi tingkat kelangsungan hidup dan jumlah TVC makin rendah.&#13;
Kata Kunci : Daun Kari, Litopenaeus vannamei, Vibrio alginolyticus, Kualitas Air,    Kelangsungan Hidup&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118503</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 17:20:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 08:33:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>