<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118495">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN UJI DIAGNOSTIK ANTARA INTERFERON GAMMA RELEASE ASSAY DENGAN TUBERCULIN SKIN TEST UNTUK MENDETEKSI INFEKSI LATEN TUBERKULOSIS PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Akhyar Fuadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas kedokteran - Program studi pendidikan spesialis-i pulmonologi dan kedokteran respirasi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasien dengan penyakit ginjal kronis adalah pasien dengan gangguan imunitas, yang berisiko tinggi untuk mengembangkan ILTB. Pasien dengan PGK yang mendapat hemodialisis lebih cenderung memiliki prevalensi ILTB yang lebih tinggi. Mengidentifikasi pasien dengan ILTB dan mencegah penularan dan reaktivasi TB aktif sangat penting dalam populasi ini. Saat ini, belum ada tes yang secara langsung dapat mengidentifikasi ILTB. Diagnosis dilakukan secara tidak langsung dan bergantung pada deteksi respons kekebalan terhadap antigen M.tb. Uji tuberculin dan interferon gamma release assays adalah alat diagnostik utama untuk ILTB, namun keduanya memiliki kelebihan dan keterbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan TST dan QFT-Plus dalam mendiagnosis TB laten pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RSUDZA Banda Aceh. Penelitian analisis observasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) di mana pasien PGK yang melakukan hemodialisis di RSUDZA Banda Aceh bulan Agustus 2023 dilakukan pemeriksaan pada waktu yang bersamaan untuk pemeriksaan IGRA dengan Quantiferon TB Gold Plus dan TST. Prevalensi ILTB pasien PGK dengan hemodialisis di RSUDZA Banda Aceh adalah 36%. Sejumlah 30 subjek dilakukan pemeriksaan QFT-Plus dan TST dengan hasil 8 subjek dengan hasil QFT-Plus positif, 9 subjek dengan hasil pemeriksaan TST positif dan 6 subjek dengan hasil pemeriksaan QFT TB Plus dan TST positif, dengan tingkat kesesuaian 0,59 atau sedang. TST dapat mendeteksi hasil positif sebesar 75% dari kasus positif pemeriksaan QFT-Plus dengan tingkat kesesuaian sedang pada pasien PGK. Kedua pemeriksaan dapat digunakan untuk mendiagnosis infeksi TB laten dengan mempertimbangkan faktor seperti aspek biaya dan ketersediaan peralatan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Tuberkulosis, Infeksi Laten Tuberkulosis, Penyakit Ginjal Kronik, Tuberculin Skin Test, Hemodialisis, Interferon-gamma Release Assays.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118495</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 15:55:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 15:57:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>