<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118476">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TRACE ELEMENT PADA BATUAN ANDESIT, GAMPING, DAN SERPENTINIT DENGAN MENGGUNAKAN LASER INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Gilang Attila Ramadhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia memiliki latar belakang geologi yang sangat kaya dan kompleks, dengan berbagai jenis batuan dan formasi geologi yang berbeda-beda. Batuan ini dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengidentifikasi mineral-mineral lainnya. Elemen penyusun batuan terbagi menjadi elemen utama, elemen minor dan elemen jejak (trace element). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trace element yang terkandung pada batuan andesit, batuan gamping, dan batuan serpentinit, serta menganalisis sebaran trace element pada ketiga jenis batuan tersebut dengan menggunakan Laser Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS). Sampel batuan andesit diambil di Gampong Durung, Kecamatan Mesjid Raya, batuan gamping diambil di Gampong Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, dan batuan serpentinit diambil di Gampong Krueng Lamkareung, Kecamatan Indrapuri. Spektra LIBS yang diperoleh dari masing-masing batuan kemudian ditentukan kandungan trace element-nya dengan menggunakan database National Institute of Standards and Technology (NIST) Atomic Spectra. Sebaran trace element di permukaan dan kedalaman tertentu pada batuan dianalisis dengan teknik High Spatial Resolution (HSR) dan Depth Profilling. Delay time yang digunakan pada penelitian ini sebesar 1μs dan tekanan 1 atm untuk ketiga jenis sampel batuan. Trace element yang diperoleh dari ketiga batuan memiliki beberapa kesamaan yaitu terdapat beberapa elemen tanah jarang dan juga memiliki perbedaan kandungan trace element dikarenakan perbedaan lokasi pengambilan sampel. Trace element yang bernilai ekonomis teridentifikasi pada ketiga batuan seperti nikel (Ni), alumunium (Al), dan Torium (Th). Trace element pada tiap-tiap jenis batuan tersebar secara homogen di permukaan hingga kedalaman beberapa mikrometer pada batuan. Batuan andesit memiliki kedalaman hasil tembakan sebesar 0.2 μm/shot, batuan gamping sebesar 0.8 μm/shot, dan batuan serpentinite 0.9 μm/shot. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwasannya teknik analitik LIBS dapat digunakan untuk menganalisis kandungan dan sebaran trace element pada ketiga jenis sampel batuan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118476</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 14:42:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 15:42:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>