GAMBARAN CEMARAN MIKROBA PADA MINUMAN TRADISIONAL CENDOL YANG DIJUAL DI PASAR-PASAR KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN CEMARAN MIKROBA PADA MINUMAN TRADISIONAL CENDOL YANG DIJUAL DI PASAR-PASAR KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Muhammad Hanif Ghifari - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mudatsir - 196703251992031002 - Dosen Pembimbing I
Reza Maulana - 198301022008121003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2007101010133

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Cendol merupakan salah satu minuman jajanan tradisional yang terbuat dari tepung beras dan dicampur dengan air dan sangat diminati oleh masyarakat karena rasanya yang nikmat dan mudahnya akses dalam membeli produk ini. Para penjual minuman ini banyak dikritik karena mereka tidak mengikuti keamanan dan kebersihan pribadi, makanan, dan lingkungan, sehingga memberikan kontribusi terhadap risiko penyakit bawaan makanan (foodborne disease). Berdasarkan data terbaru dari WHO pada tahun 2015 mencantukan Escherichia coli sebaga salah satu bakteri yang menyebabkan kejadian foodborne disease ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya cemaran mikroba pada minuman tradisional cendol yang dijual di pasar-pasar Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh minuman cendol yang dijual di pasar-pasar Kota Banda Aceh dengan menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dari hasil uji laboratorium dengan menggunakan metode MPN (Most Probable Number) dengan jumlah sampel sebanyak 30 sampel. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 30 sampel minuman cendol terdeteksi adanya cemaran bakteri Escherichia coli dan coliform. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 30 sampel yang diuji tidak memenuhi syarat batas maksimal cemaran berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan No. 13 Tahun 2019 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam pangan olahan dan Permenkes RI. No. 492 tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum.

Cendol is one of the traditional snack drinks made from rice flour mixed with water and is in high demand by the public due to its delicious taste and easy access to buy this product. The sellers of this drink are widely criticized because they do not follow personal, food, and environmental safety and hygiene, thus contributing to the risk of foodborne disease. Based on the latest data from WHO in 2015, Escherichia coli was listed as one of the bacteria that caused this foodborne disease. This study aims to determine the presence or absence of microbial contamination in traditional cendol drinks sold in the markets of Banda Aceh City. This research is descriptive with a cross sectional approach. The population and samples of this study were all cendol drinks sold in the markets of Banda Aceh City using non-probability sampling techniques with accidental sampling methods. The data source used is primary data from laboratory test results using the MPN (Most Probable Number) method with a total of 30 samples. The results showed that as many as 30 samples of cendol drinks detected the presence of Escherichia coli and coliform bacteria. The results also showed that the 30 samples tested did not meet the maximum contamination limit requirements based on the Food and Drug Administration Regulation No. 13 of 2019 concerning the maximum limit of microbial contamination in processed food and Permenkes RI. No. 492 of 2010 concerning drinking water quality requirements.

Citation



    SERVICES DESK