<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118454">
 <titleInfo>
  <title>PAPARAN ASAP ROKOK PADA BALITA STUNTING DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nailussadah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stunting pada balita masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Salah satu penyebab tidak langsungnya adalah paparan asap rokok rokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran paparan asap rokok pada balita melalui lama durasi paparan, sumber paparan dan lokasi terpapar asap rokok pada balita stunting di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini berjumlah 233 balita stunting di salah satu Kecamatan  Kota Banda Aceh dan sampel dari penelitian ini berjumlah 70 responden menggunakan teknik  purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan cara angket dalam bentuk kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 57.1 % balita stunting terpapar asap rokok dengan durasi sama atau lebih dari 3 jam/hari. Sumber paparan asap rokok pada balita stunting tertinggi berasal dari ayah  sebanyak 61 (87,1%). Jenis rokok yang sering digunakan oleh sumber yang memaparkan asap rokok dalam penelitian ini yaitu  rokok filter sebanyak 68 (97%). Jumlah batang yang sering dikosumsi oleh sumber paparan asap rokok dirumah kepada balita stunting yaitu &gt;10 batang sejumlah 34 (48,6%). Balita stunting yang menjadi thirdhand Smoke atau perokok ketiga itu sebanyak 45 (64,3%) responden. Lokasi terpaparnya asap rokok paling banyak dirumah dan tempat umum yaitu 63 (90,0%) responden. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi tolak ukur Dinas Kesehatan dalam memperkuat implementasi KTR (Kawasan Tanpa Rokok) disetiap kawasan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INFANTS - HEALTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CIGARETTES</topic>
 </subject>
 <classification>613.043 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118454</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 11:47:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 15:59:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>