<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118432">
 <titleInfo>
  <title>PROSES PENGERINGAN KERUPUK  EMPING MELINJO DENGAN ALAT  PENGERING TENAGA SURYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ikhrul Ridha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kerupuk  Emping adalah  isi melinjo yang dipipihkan  lalu dikeringkan.  Pembuatan emping melinjo merupakan salah satu makanan pelengkap. yang mana dapat   memberi kontribusi besar bagi para petani  melinjo di Kabupaten  Pidie khususnya dan Aceh pada  umumnya. Prinsip pengeringan merupakan suatu upaya mengeluarkan atau menghilangkan sebagian kandungan air yang terdapat dalam suatu bahan (emping melinjo) dengan cara penguapan. Proses  Pengeringan  dapat  dilakukan  dengan  dua  cara yaitu pengeringan  alamiah  dan pengeringan buatan.  Pada penelitian  ini penulis  melakukan penerapan  teknologi dengan menguji penggunaan  alat  pengering  surya  dengan  modifikasi,  peralatan  pengering  ini terdiri dari berberapa bagian utama yaitu ruang udara masuk dan ruang batu kapur,  ruang kolektor,  ruang pengering dan  turbin ventilator.  Bahan yang dikeringkan  adalah emping basah  dengan   maksud  meningkatkan   efisiensi   waktu  serta   mutu   dari   hasil  proses pengeringan dengan menggunakan energi matahari sebagai sumber panas. Dari hasil penelitian menunjukkan  bahwa waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan rata- rata kadar air bahan di dalam  ruang  pengering I dan II sebesar 38,97% dengan  temperatur ruang pengering  40-59'C  adalah  3.5 jam, sedangkan untuk pengeringan alamiah dengan  waktu yang  sama  hanya  dapat   menurunkan  kadar  air  sebesar   32,08%  dengan   temperatur lingkungan   29-32'C.    Sehingga   untuk   mencapai   kondisi   yang  diinginkan   39,55    % membutuhkan waktu 6jam&#13;
&#13;
Kata kunci   :  pengeringan, kerupuk emping melinjo, alat pengering tenaga surya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118432</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 10:43:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 10:43:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>