<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118390">
 <titleInfo>
  <title>ANGKA KEJADIAN DAN FAKTOR RISIKO INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA PETUGAS KEBERSIHAN BIDANG KERNET  KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Shelda Syifa Azzahra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Soil Transmitted Helminths atau yang dikenal dengan infeksi kecacingan &#13;
merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit yang hidup di dalam &#13;
tanah berjenis nematoda. Di Indonesia yang menunjukkan prevalensi infeksi cacing &#13;
untuk semua kalangan usia sebesar 40%-60%. Tujuan penelitian ini ialah untuk &#13;
mengetahui angka kejadian kecacingan dan faktor risikonya pada petugas &#13;
kebersihan bidang kernet di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian&#13;
deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini &#13;
adalah seluruh petugas kebersihan bidang kernet di Kota Banda Aceh dengan teknik &#13;
total sampling. Jumlah sampel yang bersedia ialah sebanyak 87 petugas kebersihan. &#13;
Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner faktor risiko &#13;
kecacingan dan pot feses serta mendeskripsikannya pada hasil yang diperoleh dari &#13;
angka kejadian kecacingan yang dilihat dari pemeriksaan feses petugas. Hasil &#13;
penelitian ini didapatkan 6,9% menderita kecacingan. Responden memiliki &#13;
personal hygiene dengan kategori cukup, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan&#13;
kategori kurang. Personal hygiene diantaranya kebiasaan mencuci tangan, &#13;
kebiasaan mandi dan kebersihan kuku. Persentase diantaranya: Kebiasaan mencuci &#13;
tangan (97,7%), kebiasaan mandi (98,9%), kebersihan kuku (74,7%). Petugas &#13;
kebersihan dengan sanitasi yang dinilai dari fasilitas kebersihan dan ketersediaan &#13;
air bersih yang selalu digunakan sebesar 89,7%. Responden dengan penggunaan &#13;
APD yang selalu digunakan sebesar 94,4%.&#13;
Kata Kunci: Kecacingan, Faktor Risiko, Kebiasaan Mencuci Tangan, Kebiasaan &#13;
Mandi, Kebersihan kuku, Sanitasi, Penggunaan APD&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118390</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-20 17:56:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 09:51:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>