HUBUNGAN SELF-MANAGEMENT DENGAN TINGKAT KEPATUHAN RNMINUM OBAT PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH RNKERJA PUSKESMAS KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN SELF-MANAGEMENT DENGAN TINGKAT KEPATUHAN RNMINUM OBAT PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH RNKERJA PUSKESMAS KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Nadhira alya putri - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Syarifa Atika - 198306162010012101 - Dosen Pembimbing I
Neti Hartaty - 198504102018032001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2012101010123

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Hipertensi terus menjadi penyakit yang sering muncul pada kalangan usia lanjut.
Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya tingkat hipertensi karena kebiasaan
budaya masyarakat yang sangat akrab dengan berbagai makanan yang mengandung
garam tinggi, kurangnya self-management yang baik dapat mempengaruhi tingkat
kepatuhan pengobatan pada penderita. Penggunaan obat antihipertensi menjadi
salah satu alternatif dalam hal mengontrol tekanan darah. Self-management yang
baik juga dapat mencegah terjadinya komplikasi dari hipertensi. Tujuan penelitian
ini adalah untuk melihat adanya hubungan antara self-management dengan tingkat
kepatuhan minum obat. Populasi dalam penelitian masyarakat yang berada di
wilayah puskesmas ulee kareng berjumlah 591 orang dengan sampel 164 secara
purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden berada pada kategori
self-management baik sebanyak 17 responden (10,4%), kategori cukup sebanyak
135 responden (82,3%) dan kategori kurang sebanyak 12 responden (7,3%).
Responden dengan kepatuhan minum obat pada kategori tinggi yaitu sebanyak 54
responden (32,9%) dan pada kategori rendah sebanyak 110 responden (67,1%).
Hasil uji Analisa menggunakan chi-square menujukkan terdapat hubungan yang
signifikan antara self-management dengan tingkat kepatuhan minum obat pada
lansia (p-value 0,268). Saran penelitian ini, peningkatan mutu pelayanan kesehatan
dengan melakukan kunjungan rumah, serta adanya penyuluhan kesehatan terkait
hipertensi dan kepatuhan minum obat.

Hypertension continues to be a disease that often appears among the elderly. One of the factors that causes high levels of hypertension is because people's cultural habits are very familiar with various foods that contain high salt, the lack of good self-management can affect the level of treatment compliance in sufferers. The use of antihypertensive drugs is an alternative for controlling blood pressure. Good selfmanagement can also prevent complications from hypertension. This research aims to see the relationship between self-management and the level of adherence to taking medication. The population in the community research in the Ulee Kareng Public Health Center area was 591 people, with a sample of 164 using purposive sampling. The research results showed that 17 respondents (10.4%) were in the good self-management category, 135 respondents (82.3%) were in the adequate category, and 12 respondents (7.3%) were in the poor category. Respondents with medication adherence in the high category were 54 respondents (32.9%), and in the low category were 110 respondents (67.1%). Analysis test results using chi-square show a significant relationship between self-management and the level of compliance with taking medication in the elderly (p-value 0.268). The suggestion is to improve the quality of health services by conducting home visits and providing health education regarding hypertension, and medication adherence.

Citation



    SERVICES DESK