KORELASI KADAR VITAMIN D SERUM TERHADAP FUNGSI PARU, PENILAIAN GEJALA DAN JUMLAH EKSASERBASI PADA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS STABIL DI POLIKLINIK PARU RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KORELASI KADAR VITAMIN D SERUM TERHADAP FUNGSI PARU, PENILAIAN GEJALA DAN JUMLAH EKSASERBASI PADA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS STABIL DI POLIKLINIK PARU RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN


Pengarang

Chelsy Mekasari - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Budi Yanti - 198109292015042001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1907601040004

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi / PDDIKTI : 11709

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas kedokteran - Program studi pendidikan spesialis-i pulmonologi dan kedokteran respirasi., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PPOK merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati namun saat ini menjadi salah satu penyakit dengan beban kesehatan tertinggi. Peningkatan keparahan PPOK akan semakin menurunkan kualitas hidup seseorang. PPOK stabil ditandai dengan derajat inflamasi yang bervariasi pada saluran nafas besar dan kecil serta alveolus yang menyebabkan hipersekresi mukus, penyempitan saluran nafas dan kerusakan alveoli. Vitamin D berperan penting pada sistem pernapasan. Defisiensi vitamin D sering ditemukan pada pasien PPOK. Kadar vitamin D yang rendah ditemukan berkaitan dengan rendahnya VEP1, kejadian eksaserbasi, dan keparahan PPOK.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin D serum pada penderita PPOK stabil serta mengetahui korelasinya terhadap fungsi paru, penilaian gejala dan jumlah eksaserbasi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang (cross sectional) yang dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2023 di Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dengan 30 sampel berdasarkan quota sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Rerata vitamin D diperoleh 26,25 ng/mL yang terdiri dari 7 subjek (23,3%) sufisiensi, 17 subjek (56,7%) insufisiensi dan 6 subjek (20%) defisiensi. P Value fungsi paru 0,577 jumlah eksaserbasi 0,637 dan penilaian gejala berupa CAT (0,120) dan mMRC (0,135). Tidak terdapat Korelasi antara kadar vitamin D dengan fungsi paru, penilaian gejala dan jumlah eksaserbasi. Beberapa faktor penyebab yang dimungkinkan yaitu faktor lain yang tidak dinilai seperti pemakaian obat serta perbedaan persepsi, pendidikan dan status psikologi subjek. Tidak terdapat perbedaan berat gejala pada PPOK grup B dan grup E. (P Value 0,797).

Kata kunci : Vitamin D, fungsi paru, gejala, eksaserbasi

COPD is a preventable and treatable disease but is currently one of the diseases with the highest health burden. Increasing the severity of COPD will further decrease a person's quality of life. Stable COPD is characterized by varying degrees of inflammation in the large and small airways and alveolus leading to hypersecretion of mucus, narrowing of the airways and damage to the alveoli. Vitamin D is a fat-soluble vitamin that plays an important role in the respiratory system. Vitamin D deficiency is often found in COPD patients. Low vitamin D levels were found to be associated with low VEP1, incidence of exacerbations, and severity of COPD. This study aims to determine serum vitamin D levels in patients with stable COPD and determine the correlation with lung function, symptom assessment and the number of exacerbations. This study is an analytical observational study with a cross sectional design carried out in May - July 2023 at the Lung Polyclinic of dr. Zainoel Abidin Regional General Hospital (RSUDZA) Banda Aceh with 30 samples based on sampling quotas that meet the inclusion and exclusion criteria. The average vitamin D obtained 26.25 ng / mL consisting of 7 subjects (23.3%) of sufficiency, 17 subjects (56.7%) of insufficiency and 6 subjects (20%) of deficiency. P Value of lung function 0.577, number of exacerbations 0.637 and assessment of symptoms in CAT (0.120) and mMRC (0.135). There was no correlation between vitamin D levels and lung function, symptom assessment and number of exacerbations. Some possible causal factors are other factors that are not assessed such as drug use and differences in perception, education and psychological status of subjects. There was no difference in the severity of symptoms in group B and group E COPD (P Value 0.797). Keywords : Vitamin D, pulmonary function, symptoms, exacerbations

Citation



    SERVICES DESK