<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118368">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR DETERMINAN KEDATANGAN PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tasnim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stroke iskemik akut merupakan kegawatdaruratan neurologi yang membutuhkan tatalaksana yang cepat dan tepat. Waktu kedatangan pasien stroke iskemik akut di rumah sakit dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian terkait faktor determinan yang memengaruhi kedatangan pasien stroke khususnya di Indonesia masih jarang dan belum pernah dilakukan di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor determinan kedatangan pasien stroke iskemik akut di IGD RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian analitik observasional ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel adalah seluruh keluarga pasien stroke iskemik akut yang dirawat inap selama 21 September – 20 Oktober 2023 sesuai kriteria inklusi dan eksklusi secara total sampling. Hasil penelitian didapatkan responden 44 orang dengan mayoritas perempuan (61,4%), tingkat pendidikan tertinggi sarjana (43,2%), seluruh keluarga tahu akan kepemilikan jaminan kesehatan pasien, jarak rumah sakit terbanyak adalah 5-10 km (45,5%), transportasi paling banyak digunakan adalah kendaraan pribadi (61,4%), dengan mayoritas pengetahuan keluarga buruk (61,4%), mayoritas keluarga memiliki respon adekuat terhadap pengambilan keputusan pasien (52,3%), dan sebagian pasien datang tidak terlambat (50,0%). Analisa data didapatkan tingkat pendidikan berhubungan dengan waktu kedatangan pasien (p=0,016) sedangkan jenis kelamin (p=0,757), jarak rumah sakit (p=0,359), ketersediaan transportasi (p=0,946), pengetahuan keluarga (p=0,359), dan pengambilan keputusan tidak berhubungan dengan waktu kedatangan (p=0,763). Hubungan pengetahuan terhadap kepemilikan jaminan kesehatan pasien dengan waktu kedatangan tidak dapat dianalisis (variabel konstan). Penelitian ini menyimpulkan 50,0% pasien stroke iskemik akut datang tidak terlambat. Tingkat pendidikan berhubungan dengan waktu kedatangan namun tidak menjamin individu dengan tingkat pendidikan tinggi akan datang ke rumah sakit lebih awal.&#13;
Kata Kunci: Stroke iskemik akut, determinan kedatangan pasien, keterlambatan pra rumah sakit&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STROKE (DISORDER) - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ISCHEMIC HEART DISEASES - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.123</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118368</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-20 15:58:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 11:15:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>