<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118366">
 <titleInfo>
  <title>RESOLUSI KONFLIK NELAYAN DI KOTA LHOKSEUMAWE (STUDI KASUS KEBIJAKAN PENGGUSURAN KERAMBA IKAN DI WADUK PUSONG OLEH PEMERINTAH KOTA LHOKSEUMAWE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYAHRUL RAMADHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
ABSTRAK &#13;
Kota Lhokseumawe memiliki potensi sumber daya perikanan yang menjanjikan,&#13;
sehingga menjadikan daya tarik tersendiri bagi nelayan untuk memanfaatkan sumber&#13;
daya yang tersedia. Namun dalam pengelolaannya tidak beriringan dengan potensinya.&#13;
Hal tersebut terlihat dari polemik yang mengarah pada konflik antara Pemerintah Kota&#13;
Lhokseumawe dengan nelayan keramba di perairan Waduk Pusong, konflik itu&#13;
sendiri dipicu dari kebijakan penggusuran keramba ikan di perairan Waduk Pusong&#13;
oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk&#13;
menganalasis resolusi konflik nelayan di Kota Lhokseumawe terhadap kebijakan&#13;
penggusuran keramba ikan di waduk Pusong. Penelitian ini dianalisis menggunakan&#13;
teori resolusi konfli Simon Fisher. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu&#13;
kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa dalam upaya resolusi konflik nelayan di Kota&#13;
Lhokseumawe berbagai upaya sudah pernah dicoba, diantaranya tawaran relokasi&#13;
keramba oleh Pemko Lhokseumawe, permohonan audiensi oleh masyarakat nelayan&#13;
terhadap PJ Walikota Lhokseumawe, hingga pihak DPRK Lhokseumawe coba&#13;
memfasilitasi pertemuan keduabelah pihak, akan tetapi upaya-upaya tersebut gagal.&#13;
Akibatnya, dinamika konflik terus berlanjut sampai pada tahap masyarakat&#13;
menggugat pemerintah terkait pencemaran air, setelah gugatan tersebut diproses di&#13;
PN Lhokseumawe, belum terdapat pembicaraan lebih lanjut terjkait kebijakan&#13;
penggusuran keramba ikan di Waduk Pusong, demikian pula dengan konflik yang&#13;
ditimbulkan. Sehingga kondisi konflik saat ini, hanya ada pada tahap menghindari&#13;
konflik. Diharapkan kepada pihak yang terlibat konflik segera menyelesaikan&#13;
polemik tersebut, ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan, diantaranya&#13;
negosiasi, mediasi, atau bahkan dengan arbitrasi. Kepada Pemko Lhokseumawe&#13;
diharapkan ketika membuat sebuah kebijakan baiknya dibicarakan secara terbuka dan&#13;
jelas kepada penerima kebijakan. Terkait fungsi Waduk Pusong, baiknya dibentuk&#13;
aturan tertulis yang berlandaskan hukum, membahas apa yang boleh dan dilarang&#13;
untuk dilakukan di area Waduk Pusong Kota Lhokseumawe. &#13;
Kata Kunci: Resolusi Konflik, Koflik Nelayan, Waduk Pusong &#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118366</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-20 15:55:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-20 16:08:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>