<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118359">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA MASYARAKAT PEDESAAN PINGGIRAN KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DIVA MARDEVIAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Merokok merupakan gaya hidup negatif yang dapat dengan mudah ditemukan di masyarakat. Merokok mengancam kesehatan masyarakat dan menyebabkan jutaan kematian manusia di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor demografi dengan perilaku merokok pada penduduk pedesaan di pinggiran kota Banda Aceh, Indonesia. Penelitian korelasional ini menggunakan desain cross sectional. Populasi terdiri dari 1108 orang dengan jumlah sampel sebanyak 220 sampel. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk menilai data demografi responden dan perilaku merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata responden berusia 44 tahun, dengan 66,3% responden perempuan dan 33,6% responden laki-laki. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan jenis kelamin (x2=86.58, p=0,001), dan status pekerjaan (x2=59.11, p=0,001). Sedangkan pada variabel usia (x2=11.66, p=0,070) dan status pendidikan (x2=7.47, p=0,280) tidak ada hubungan yang signifikan dengan perilaku merokok. Dapat disimpulkan bahwa faktor demografi berhubungan dengan perilaku merokok pada masyarakat pinggiran kota, terutama pada aspek jenis kelamin dan status pekerjaan. Perawat komunitas dan tenaga kesehatan lainnya harus mempertimbangkan faktor demografi ini dalam program pencegahan dan penghentian merokok.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118359</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-20 15:44:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-20 16:03:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>