<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118316">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  TINGKAT  KECEPATAN   TERHADAP KARAKTERISTIK  GAS BUANG KENDARAAN DENGAN BAHAN  BAKAR  BIOETANOL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Kamal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu alternatif untuk mengurangi  ketergantungan pada impor premium  ialah dengan   mencampurkan   bioetanol   yang   merupakan    energi   terbarukan   pada premium   dengan   konsentrasi   tertentu.   Mengingat   kebutuhan   premium   terus meningkat,  sedangkan  produksi  dari  tahun  ke tahun  cenderung  menurun,  maka dapat  diperkirakan   bahwa  dimasa  mendatang   impor  premium   ini  akan  terus meningkat. Pada penelitian  tugas akhir  ini dilakukan  eksperimen pada kendaraan roda-2 dengan menggunakan  bahan bakar bioetanol,  bensin dan BE-10 yang diuji berdasarkan  perbedaan  tingkat  kecepatan  yang  dilcatagorikan ke dalam  3  mode (idle mode, cruising mode, highway mode). Pengujian dilakukan dengan cara menampung emisi gas buang kendaraan kemudian dimasukkan ke dalam alat penghitung    karakteristik   emisi,   Madur   GA-21 plus.   Pada   akhirnya    didapat pengaruh  tingkat  kecepatan  yang  berbeda  menghasilkan   emisi  yang  bervariasi pula. Bensin  mengalami  kenaikan  persentase  emisi gas buang pada saat cruising mode,  namun   BE-10  mengalami  tingginya  emisi  pada  saat kendaraan  berhenti atau idle mode. Bioetanol menghasilkan  emisi yang ramah lingkungan, dan  tidak mengalami  kenaikan dan penurunan yang begitu drastis pada variasi tingkat kecepatan. Bioetanol mampu menurunkan emisi berbahaya sebanyak 35-50% dibandingkan dengan bensin.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci:   Bioetanol,   bensin,    BE-10,   emisi   gas  buang,  tingkat   kecepatan kendaraan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118316</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-20 12:20:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-20 12:20:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>