PENGETAHUAN PETUGAS LEMBAGA PEMASYARAKATAN DI BANDA ACEH TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGETAHUAN PETUGAS LEMBAGA PEMASYARAKATAN DI BANDA ACEH TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR


Pengarang

ECY OKTAVIANA MONICHA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hilman Syarif - 198111282010121001 - Dosen Pembimbing I
Nenty Septiana - 198809192022032003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2012101010062

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbesar di dunia dan setengah dari penderitanya berpotensi mengalami cardiact arrest. Cardiact arrest dapat terjadi dimana saja salah satunya di Lembaga Pemasyarakatan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan warga binaan yang mengalami cardiact arrest adalah dengan melakukan BHD. Bukan hanya tenaga kesehatan Lapas, petugas Lapas juga perlu mengetahui tentang BHD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan petugas Lapas di Banda Aceh tentang BHD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh petugas Lapas di Lapas Kelas II A Banda Aceh dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling pada 97 orang. Alat pengumpulan data berupa kuesioner pengetahuan BHD dengan 15 item pertanyaan dan data dianalisis menggunakan analisis data univariat. Hasil penelitian diperoleh yaitu pengetahuan petugas Lapas tentang BHD dalam kategori baik sebesar 37,1%, 41,2% dalam kategori cukup, dan 21,6% dalam kategori kurang. Kesimpulan penelitian ini pengetahuan petugas lembaga pemasyarakatan tentang BHD berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, Petugas Lapas harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan BHD dari lembaga sertifikasi.

Cardiovascular disease stands as the leading cause of death globally, with half of its sufferers potentially facing cardiac arrest. Cardiac arrest can occur anywhere, including within Correctional Facilities. Efforts to save inmates experiencing cardiac arrest include administering Basic Life Support (BLS). Understanding Basic Life Support (BLS) is crucial for the healthcare staff and the officers within the Correctional Facility. This study aimed to assess the knowledge level of Correctional Officers in Banda Aceh regarding BLS. This quantitative study with a descriptive design encompassed all Correctional Officers at a Class II A Correctional Facility in Banda Aceh, totaling 97 individuals selected through total sampling. Data were collected through a BLS knowledge questionnaire comprising 15 questions and analyzed using univariate data analysis. Research findings indicated that 37.1% of Correctional Officers have good knowledge about BLS, 41.2% possess fair knowledge, and 21.6% have poor knowledge. In conclusion, the knowledge of correctional officers regarding BLS falls within the fair category. Therefore, Correctional Officers must improve their knowledge and skills in BLS through certification programs within the Institution.

Citation



    SERVICES DESK