IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI ANGKA KEMATIAN BAYI DI PULAU SUMATRA DENGAN PENDEKATAN MODEL REGRESI ROBUST | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI ANGKA KEMATIAN BAYI DI PULAU SUMATRA DENGAN PENDEKATAN MODEL REGRESI ROBUST


Pengarang

Melysa Dwi Windiarni - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Fitriana AR - 197410152006042002 - Dosen Pembimbing I
Nurhasanah - 197405192008012007 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1908108010062

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Statistika (S1) / PDDIKTI : 49201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA Statistika., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan jumlah kematian bayi di bawah usia satu
tahun per 1.000 kelahiran hidup dalam satu tahun. Tingginya AKB mengindikasikan
adanya masalah serius dalam kesehatan dan mencerminkan tingkat kesejahteraansecara keseluruhan di bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi AKB di Pulau Sumatra. Variabel
yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), bayi
mengidap asfiksia, bayi mengidap tetanus neonatorum, bayi mengidap kelainan
bawaan, bayi mengidap pneumonia, dan bayi mengidap diare. Variabel-variabel
tersebut mengandung data pencilan, sehingga digunakan metode regresi robustdengan estimasi M. Data yang digunakan diperoleh dari Publikasi Profil Kesehatan
di setiap Provinsi di Pulau Sumatra tahun 2021 yang mencakup 125 kabupaten/kota.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi robust memiliki tingkatkekokohan yang tinggi terhadap data pencilan, dengan nilai R^2 sebesar 97,21%. Parameter dalam model menunjukkan bahwa variabel-variabel seperti BBLR, bayi yang mengidap asfiksia, bayi yang mengidap kelainan bawaan, bayi yang mengidap
pneumonia, dan bayi yang mengidap diare memiliki pengaruh positif yang signifikanterhadap AKB. Artinya, peningkatan jumlah kasus dalam variabel-variabel ini akan
berkontribusi pada peningkatan AKB.

The Infant Mortality Rate (IMR) is the number of deaths of babies under one year of age per 1.000 live births in one year. A high IMR indicates a serious problem in health and reflects the overall level of well-being in the health sector. This research aims to identify factors that influence IMR on Sumatra Island. The variables used in this study include low birth weight (LBW) infants, infants with asphyxia, neonatal tetanus, congenital abnormalities, pneumonia, and diarrhea. These variables contain outlier data, so a robust regression method was used with M estimation. The data used was obtained from the Publication of Health Profiles in each Province on Sumatra Island in 2021 which covers 125 districts/cities. The research results show that the robust regression model has a high level of robustness to outlier data, with an R^2 value of 97.21%. The parameters in the model show that variables such as LBW, infants with asphyxia, congenital abnormalities, pneumonia, and diarrhea have a significant positive influence on IMR. This means that an increase in the number of cases in these variables will contribute to an increase in IMR.

Citation



    SERVICES DESK