HUBUNGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL TERHADAPHARGA DIRI LANSIA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) PANTI SOSIALRNMELIGOE JROH NAGUNA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL TERHADAPHARGA DIRI LANSIA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) PANTI SOSIALRNMELIGOE JROH NAGUNA BANDA ACEH


Pengarang

Desriatidevi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0407101020005

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2008

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kebutuhan spiritual diidentifikasi sebagai kebutuhan dasar segala usia, dan sering
digunakan secara sinonim dengan agama. Kebutuhan spiritual dari lansia adalah
kebutuhan akan kesempatan untuk beribadah sesuai dengan agarna dan kebutuhan akan sumber-sumber untuk mempertahankan dan memenuhi kebutuhan kehidupan pribadi. Kebutuhan spiritual meliputi, hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan diri sendiri, hubungan dengan orang lain dan hubungan dengan alam. Pemenuhan kebutuhan spiritual memberikan arti penting pada semua orang termasuk lansia. Dengan adanya spiritual yang kuat pada lansia akan dapat membantu lansia menghadapi kenyataan, berperan aktif dalam kehidupan dan membantu menjaga rasa akan keberartian dan signifikansi dalam hidup serta merasa berharga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual terhadap harga diri lansia di UPTD Panti Sosial Meligoe Jroh Naguna Banda Aceh. Desain penelitian Deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional Study. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel 38 orang. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 10 dan 11 September 2008 di UPTD Panti Sosial Meligoe Jroh Naguna Banda Aceh. Alat pengumpul data berupa kuisioner dalam bentuk skala likert, terdiri dari 45 item pemyataan. Data dianalisis secara manual
dengan menggunakan formula chi-square test dengan confidence interval 95% dan
alpha 0,05. Berdasarkan hasil penelitian terhadap variabel independen yaitu pemenuhan kebutuhan spiritual diperoleh: sebanyak 23 orang (60,5%) berada pada kategori baik
dan sebanyak 15 orang (39,5%) berada pada kategori kurang. Untuk variabel dependen yaitu harga diri diperoleh: sebanyak 22 orang (57,9%) mempunyai harga diri tinggi dan
16 orang (42,1%) mempunyai harga diri rendah. Dari hasil pengolahan data diperoleh
Xhitung (14,6) x2tabel (3,849), yang berarti hipotesa null (Ho) ditolak yaitu ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan spiritual terhadap harga diri lansia di UPTD Panti Sosial
Meligoe Jroh Naguna Banda Aceh. Peneliti menyarankan kepada institusi sosial khususnya panti werdha dan institusi pelayanan keperawatan untuk senantiasa memperhatikan dan memberikan pemenuhan kebutuhan spiritual yang optimal seperti memberikan fasilitas untuk beribadah, mendatangkan alim ulama, membantu pasien beribadah dan berdo'a, merawat dengan penuh senyum serta menjaga kebersihan dan ketenangan kamar pasien.

Kata Kunci : Agama, Harga Diri, Manula

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK