EVALUASI SEKOLAH KADER PENGAWAS PARTISIPATIF UNTUK MEMBANTU KINERJA PENGAWASAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI SEKOLAH KADER PENGAWAS PARTISIPATIF UNTUK MEMBANTU KINERJA PENGAWASAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM ACEH


Pengarang

Putri Nabila - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing I
Reza Fahlevi - 198908282021021101 - Dosen Pembimbing II
Afrijal - 199104182020121003 - Penguji
Dahlawi - 196201011985031019 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1910104010008

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kinerja anggota SKPP pasca dilaksanakannya sekolah dinilai belum mencapai tujuan yang diharapkan dan masih banyak program SKPP tersebut yang belum dijalankan hingga saat ini dan masih banyak anggota SKPP tidak ikut serta dalam membantu kerja pengawasan bawaslu. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengevaluasi Pelaksanaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif untuk membantu kinerja pengawasan Badan Pengawas Pemilihan Umum Aceh dan melihat apa saja faktor yang mempengaruhi kinerja SKPP untuk membantu kerja Bawaslu Aceh. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori Evaluasi William Dunn yang meliputi enam elemen penting, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, kemerataan, responsibilitas dan ketepatan. Dalam menganalisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator Evaluasi efektivitas, anggota SKPP belum berjalan dengan baik karena belum semua anggota berperan aktif. Pada efisiensi, SKPP sebagian besar kinerjanya hanya dilakukan melalui media sosial dan tidak terjun langsung kelapangan. Pada Kecukupan, kinerja anggota kader belum menjawab permasalahan dikalangan masyarakat khususnya tentang pengawasan. Kemerataan, Program yang dilaksanakan oleh SKPP belum dapat diupayakan secara merata ke seluuh masyarakat, hanya di beberapa kalangan masyarakat saja. Responsibilitas, kinerja SKPP disambut positif oleh masyarakat tetapi fungsi dan kinerja dari programnya belum dapat dirasakan dan dipahami oleh kebanyakan masyarakat. kemudian ketepatan, nilai serta manfaat SKPP belum terbilang tepat karena belum berjalan sesuai dengan fungsinya sebagai anggota kader pengawas. Faktor yang mempengaruhi SKPP untuk membantu kinerja Bawaslu yaitu fasilitas yang tidak memadai dan harus ditanggung oleh anggota kader itu sendiri. Kemudian anggaran, SKPP tidak diberikan anggaran oleh pemerintah maupun bawaslu dalam menjalankan kinerjanya pasca sekolah. kemudian pelaksnaan waktu kerja yang menyulitkan mereka menjalankan program secraa bersamaan. Dalam hal itu, diharapkan kepada anggota SKPP untuk dapat aktif dan melaksanakan kinerjanya membantu pengawasan bawaslu aceh dan dapat melaksanakan kinerjanya sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kata Kunci: Evaluasi, SKPP, Bawaslu, Pengawasan, Aceh

The performance of SKPP members after school implementation is considered to have not achieved the expected goals and there are still many SKPP programs that have not been implemented to date and many SKPP members do not participate in assisting Bawaslu's supervisory work. The purpose of this research is to evaluate the implementation of the Participatory Supervisory Cadre School to assist the supervisory performance of the Aceh General Election Supervisory Agency and see what factors influence the performance of the SKPP to assist the work of the Aceh Bawaslu. This research uses a qualitative descriptive approach using William Dunn's Evaluation theory which includes six important elements, namely effectiveness, efficiency, adequacy, evenness, responsibility and accuracy. In analyzing data using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that in terms of effectiveness evaluation indicators, SKPP members have not performed well because not all members have played an active role. In terms of efficiency, most of SKPP's performance is only carried out through social media and does not go directly into the field. In Adequacy, the performance of cadre members has not answered problems among the community, especially regarding supervision. Equity: The program implemented by SKPP cannot be implemented evenly throughout society, only in some groups of society. The responsibility and performance of SKPP was welcomed positively by the community, but the function and performance of the program could not be felt and understood by most people. then the accuracy, value and benefits of the SKPP cannot be said to be appropriate because it has not been carried out in accordance with its function as a member of the supervisory cadre. Factors that influence SKPP to assist Bawaslu's performance are inadequate facilities and must be borne by the cadre members themselves. Then the budget, SKPP is not given a budget by the government or Bawaslu to carry out its post-school performance. then the implementation of working hours makes it difficult for them to run the program simultaneously. In this case, it is hoped that SKPP members will be able to be active and carry out their performance to help supervise the Aceh Bawaslu and be able to carry out their performance in accordance with what is expected. Keywords: Evaluation, SKPP, Bawaslu, Supervision, Aceh

Citation



    SERVICES DESK