<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118262">
 <titleInfo>
  <title>SPEKTRUM KLINIS, ASPEK LABORATORIS DAN ASPEK PENUNJANG DIAGNOSTIK PASIEN IKTERUS OBSTRUKTIF DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZELIN KHAERINI LUBIS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diagnosis ikterus obstruktif dapat dibuat dengan kombinasi dari berbagai pendekatan seperti riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan tes biokimia sehingga dapat membantu menatalaksana pasien. Data prevalensi dan gambaran diagnosis yang menggambarkan tentang kasus ikterus obstruktif di Banda Aceh masih terbatas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik ikterus obstruktif berdasarkan spektrum klinis, aspek laboratoris dan aspek penunjang diagnostik pada pasien di RSUDZA Banda Aceh tahun 2022.  Penelitian dengan metode deskriptif dilakukan pada 227 pasien. Semua pasien berusia diatas 18 tahun. Data dikumpulkan dari Instalasi Rekam Medis RSUDZA Banda Aceh dengan teknik simple random sampling. Sebanyak 227 pasien dengan mayoritas perempuan (65,64%) dan berusia 36-45 tahun  (29,07%). Spektrum klinis berupa nyeri perut kanan atas (85,46%) sebagai keluhan utama dan nyeri tekan kuadran kanan atas (97,36%) sebagai hasil pemeriksaan fisik. Hasil pemeriksaan laboratorium berupa penurunan jumlah eritrosit (69,60%), peningkatan kadar bilirubin direct (60,35%), peningkatan bilirubin indirect (50,66%), peningkatan bilirubin total (57,71%), peningkatan kadar SGOT (77,97%) dan peningkatan SGPT (79,30%). Enam pasien (2,64%) dengan keganasan memiliki peningkatan kadar CEA (66,67%) dan peningkatan CA 19-9 (83,33%). Aspek penunjang diagnostik berupa pemakaian USG (50,22%) dengan gambaran batu di kandung empedu. Etiologi ikterus obstruktif yang terbanyak adalah cholelithiasis (72,69%). Tatalaksana yang dilakukan adalah laparoscopic cholecystectomy (50,22%). Komorbid yang paling banyak menyertai adalah hipertensi (16,30%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ikterus obstruktif banyak ditemukan pada kasus cholelithiasis dengan spektrum klinis berupa nyeri perut kanan atas dan nyeri tekan kuadran kanan atas, hasil laboratorium berada diatas normal, serta penunjang diagnostik berupa USG dengan gambaran  batu kandung empedu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118262</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-19 22:03:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-20 09:13:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>