<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118090">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK, DERAJAT KEPARAHAN, DAN LUARAN PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19 DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Asyriva Yossadania</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Pemberian antimikroba (termasuk antibiotik) sebagai terapi penyintas COVID-19 sudah tidak lagi disarankan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi terhadap antibiotik yang akan berdampak pada penyakit yang lebih serius. Tujuan: Penelitian ini betujuan untuk mengevaluasi kuantitas dan kualitas penggunaan antibiotik terhadap derajat keparahan dan luaran pasien rawat inap terkonfirmasi COVID-19 di RSUD Dr. Zainoel Abidin. Metode: Penelitian analitik observasional ini dilakukan dengan melihat rekam medis secara retrospektif dengan metode random sampling pada pasien rawat inap terkonfirmasi COVID-19 di RSUD Dr. Zainoel Abidin periode Maret 2020-Desember 2021. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 361 orang dan diantaranya diambil 100 orang untuk analisis Gyssens oleh reviewer untuk dianalisis kualitas penggunaan antibiotiknya. Hasil: Terdapat hubungan usia ≥60 tahun terhadap COVID-19 derajat berat (severe) dengan risiko sebesar 4 kali (p=0.009), dan terhadap mortalitas sebesar 7.6 kali (p=0.042). Laki-laki 2 kali (p=0.003) lebih berisiko mengalami COVID-19 derajat berat (severe) dibandingkan perempuan. Penggunaan antibiotik secara umum memiliki hubungan yang signifikan terhadap derajat keparahan (OR=5.06; p=0.008) pasien COVID-19 secara statistik. Namun, secara kuantitas dan kualitas penggunaan antibiotik tidak memiliki hubungan signifikan terhadap derajat keparahan maupun luaran pasien terkonfirmasi COVID-19. DDD/100 patient-days tertinggi ialah Levofloxacin dengan nilai 97.94. Secara kualitas, penggunaan antibiotik “Rasional” sebesar 34.7% dimana azitromisin memiliki kategori gyssens 0 terbanyak berdasarkan jenisnya (59%). Saran: Penilaian rasionalitas kualitatif dengan alur gyssens bergantung pada kondisi umum, hasil laboratorium, dan hasil pemeriksaan mikrobiologi (kultur) selama rawatan. Prosedur pemeriksaan secara rutin dapat membuat hasil penilaian yang lebih akurat, tidak hanya pada pasien terkonfirmasi COVID-19 namun juga pada kasus lain yang menggunaakan antibiotik dalam tatalaksana pengobatannya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118090</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-18 11:26:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-18 11:31:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>