<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118078">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PERENCANAANJARINGAN INTRANET PEMERINTAHAN KOTA BANDA ACEH PENERAPAN PADA JARINGAN WIMAX</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hardisal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian   ini  mencoba   merancang  jaringan  Wimax  sebagai  penghubung  antar kantor-kantor   dalam   lingkup   Pemerintahan   Kota   Banda   Aceh.   Keunggulan Wimax menggunakan  OFDM menjadikan sistem ini dapat diterapkan propagasi gelombang  secara  NLOS.  Prediksi  path  loss yang  tepat  diharapkan  memberikan parameter   sistem   yang   memadai   untuk  jaringan   ini.  Perencanaan    dilakukan dengan  menempatkan   BTS  di  Kantor  Walikota  menggunakan   pita  frekuensi  3,5&#13;
GHz,  lebar  kanal  3,5  MHz,  tinggi  antena  25  m, daya  transmiller  34  dBm,  dan&#13;
antena  omni-directional dengan gain  12  dBi. Pada sisi  CPE menggunakan  antena&#13;
directional  dengan  gain  18  dBi  dan  sensitivitas  -100 dBm.  Gain penerima  akan&#13;
mempengaruhi   tingkat  penerirnaan  sinyal  oleh  penerima, dan  sensitivitas memberikan  nilai  margin yang  berpengaruh  pada  performansi. Perhitungan  path loss dilakukan  pada  rentang jarak  0,3 - 4,6  1cm dari  BTS, dan  ketinggian  antena penerima  pada  3   dan  10  m.  Hasil  perhitungan   menunjukkan,  untuk  ketinggian antena  10 m pada jarak sampai 4,6 km didapatkan  nilai margin di atas  10 dB, dan ini jauh  lebih besar dari nilai minimum  yang dibutuhkan  sebesar  5  dB. Sedangkan untuk  ketinggian  3  m, nilai  margin hanya  memenuhi  kebutuban  minimum  pada jarak sampai  3,5  km,  namun  pada jarak  di atas  3,5 km nilai  margin telah  lebih kecil dari margin minimum  yang dibutuhkan.&#13;
&#13;
Kata kunci:  Intranet, Margin, Path loss,  Wimax.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118078</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-18 10:37:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-18 10:37:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>