<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118066">
 <titleInfo>
  <title>COLLABORATIVE GOVERNANCE MELALUI MAL PELAYANAN PUBLIK UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PRIMA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nanda Maharita Ansa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sesuai  UU  Pelayanan  Publik  No.  25  Tahun  2009  menjelaskan  bahwa pelayanan  adalah  segala  jenis  kegiatan  yang  berkaitan  dengan  pengaturan, pembinaan,  dan  pemberian  pelayanan.  Untuk  melaksanakan  undang-undang tersebut  diterbitkan  Peraturan  MENPAN-RB  No.  23  Tahun  2017  tentang Pendirian Pusat Layanan Publik sebagai terobosan dan inovasi untuk mewujudkan pelayanan  prima.  Dalam  era  ekonomi  gobal  saat  ini,  collaborative  governance merupakan  salah  satu  jalur  yang  paling  kompetitif,  dan  juga  dapat  dijadikan sebagai  bentuk  pengembangan  pengetahuan  dalam  skala  global.  Adapun  tujuan penelitian  ini  untuk  mengetahui  collaborative  governance  pada  Mal  Pelayanan Publik  di  Kota  Banda  Aceh,  dan  juga  untuk  mengetahui  faktor  yang mempengaruhi  kolaborasi  tersebut.  Penelitian  ini  dilakukan  dengan  metode kualitatif  deskriptif  dengan  teknik  analisis  data  berdasarkan  teori  collaborative governance  menurut  Emerson  yang  meliputi  tiga  indikator  yaitu  dinamika kolaborasi,  tindakan  kolaborasi  dan  dampak  serta  adaptasi.  Sumber  data  yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara, dokumentasi  dan  observasi.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa collaborative  governance  pada  Mal  Pelayanan  Publik  Kota  Banda  Aceh  sudah dilaksanakan sejak 2019, bentuk keberhasilan dari kerjasama ini berupa kepuasan masyarakat  dalam  segi  pelayanan,  efesiensi  waktu,  dan  kemudahan  dalam mendapatkan  perizinan.  Sedangkan  dampak  negatifnya  sendiri  timbul  dari  sisi internal  dalam  hal  ini  berupa  sarana-prasarana  yang  kurang  memadai,  dan  SDM. Disarankan  kepada  DPMPTSP  selaku  pengelola  Mal  Pelayanan  Publik  Kota Banda  Aceh  agar  kedepannya  mampu  meningkatkan  pelayanan  dalam  segi ketersediaan SDM (Petugas) dan bertindak tegas kepada  instansi  yang  melanggar perjanjian kerjasama.  &#13;
Kata Kunci : collaborative governance, Mal Pelayanan Publik, Pelayanan Publik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118066</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-18 01:19:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-18 10:51:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>