<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118021">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI MITIGASI AIR PASANG SURUT DI SITUS BENTENG INDRAPATRA, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ambo Asse Ajis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Benteng Indrapatra berada di Gampong Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya peringkat nasional bangsa Indonesia tetapi saat ini mengalami permasalahan limpahan air pasang surut dari Selat Malaka setiap harinya. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan strategi mengatasi air pasang surut berdasarkan pendekatan penataan ruang/zonasi. Benteng Indrapatra telah diteliti dari berbagai sudut pandang keilmuan tetapi sampai saat ini belum ada yang menggunakan pendekatan kebencanaan dalam rangka kebijakan pelestarian dari berbagai ancaman termasuk air pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan subjek penelitian air pasang surut. Variabel penelitian ini, yaitu keruangan air pasang surut dari muara hingga situs beserta dampak yang ditimbulkannya. Teknik pengolahan data menggunakan model induktif dengan instrumen penelitian, yaitu, observasi lapangan, wawancara dan kepustakaan yang relevan. Data menunjukan dampak keberadaan air pasang surut menyebabkan terjadinya pengelupasan spesi/perekat, struktur pondasi tenggelam ke dalam tanah, batu fitur terlepas, hilangnya sebagai struktur kanal, hilangnya lantai batu, hilangnya kanal tanah, dan lingkungan situs menjadi bergaram. Hasil penelitian memberikan wawasan bahwa pengaturan air pasang surut dapat mencegah risiko kerusakan berlanjut pada situs Benteng Indrapatra karena terkelolaanya air pasang surut dalam sistem penataan ruang/zonasi berbasis mitigasi air pasang surut yang ideal. Rekomendasi pengelolaan air pasang surut yang ideal tersebut meliputi areal seluas 41,9 hektar dengan klasifikasi zona inti (7,11 ha), zona penyangga (7,89 ha) dan zona pengembangan (26,9 ha).&#13;
&#13;
Kata Kunci: Mitigasi, Air Pasang Surut, Cagar Budaya&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118021</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-15 15:16:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-18 09:37:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>