<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117994">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK AIR DAUN KIRINYU (CHROMOLAENA ODORATA (L) R.M.KING &amp; H.ROB.) TERHADAP KEPADATAN KOLAGEN FASE 2 PENYEMBUHAN LUKA PADA MENCIT(MUS MUSCULUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Emil Muzammil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran  Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berbagai tanaman telah banyak diteliti tentang khasiatnya untuk mempercepat penyembuhan luka. Tanaman kirinyu (Chromolaena odorata (L) R.M.King &amp; H.Rob.) mengandung banyak senyawa metabolit sekunder yang dapat berperan aktif dalam mempercepat penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak air daun kirinyu (Chormolaena odorata (L) R.M.King &amp; H.Rob.) terhadap kepadatan kolagen pada akhir fase 2 penyembuhan luka pada mencit (Mus musculus). Sebanyak 28 mencit jantan berumur 2-3 bulan, diberikan luka insisi pada bagian punggung, dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak air daun kirinyu (Chromolaena odorata (L) R.M.King &amp; H.Rob.) yaitu kelompok I dengan tanpa perlakuan (kontrol), kelompok II perlakuan dengan pemberian 2,5% ekstrak, kelompok III perlakuan dengan pemberian 5% ekstrak dan kelompok IV perlakuan dengan pemberian 7,5% ekstrak. Pemberian ekstrak dilakukan setiap hari selama 21 hari dengan meneteskan pada permukaan luka dengan pipet tetes. Penyembuhan luka dilihat secara histologi dengan menilai kepadatan kolagen menggunakan teknik pewarnaan Mallory’s Phosphotungstic Acid Hematoxylin Stain dengan Aniline Blue. Data dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA untuk melihat perbedaan kepadatan kolagen antar kelompok. Hasil pemeriksaan kolagen menunjukkan rerata jumlah kolagen secara berurutan adalah 67,5% untuk kelompok I, 59,5% untuk kelompok II, 64,9% untuk kelompok III dan 71,0% untuk kelompok IV. Sedangkan untuk hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok pemberian ekstrak air daun kirinyu (Chromolaena odorata (L) R.M.King &amp; H.Rob.) 2,5%, 5% dan 7,5% serta kelompok kontrol dengan nilai signifikansi p&gt;0.05.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117994</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-15 11:24:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-15 16:53:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>