<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117970">
 <titleInfo>
  <title>ADSORPSI KRISTAL VIOLET MENGGUNAKAN ADSORBEN DARI ABU CANGKANG TIRAM, FE3O4 DAN ASAM HUMAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FRISKHA WILDA NISSA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Kimia</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kristal violet merupakan zat warna kationik yang mempunyai sifat toksisitas tinggi, dan bersifat karsinogenik sehingga apabila tidak terdegradasi akan berdampak pada kesehatan, dapat mengiritasi kulit apabila terserap dalam jumlah tertentu. Kristal violet dapat menyebabkan komplikasi pernapasan, gagal ginjal, serta kebutaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas penyerapan kristal violet, menganalisis kondisi optimum penyerapan kristal violet berdasarkan variabel pH, waktu kontak, massa adsorben, dan konsentrasi adsorbat serta menganalisis isoterm adsorpsi penyerapan kristal violet. Adsorben CT-Fe3O4-AH terbuat dari hasil sintesis material abu cangkang tiram, Fe3O4, dan asam humat. Adsorben CT-Fe3O4-AH memiliki kemampuan adsorpsi zat warna dikarenakan memiliki gugus hidroksil dan gugus karboksil serta bersifat magnetik. Karakteristik adsorben CT-Fe3O4-AH menggunakan SEM, XRD, dan FTIR. Hasil uji SEM menunjukkan banyak pori-pori yang terbentuk dengan luas permukaan terbesar 5,412 μm. Hasil uji XRD menunjukkan adsorben CT-Fe3O4-AH menunjukkan 3 puncak dan memiliki struktur intermediate antara struktur kristal dan amorf yang disebut turbostratik atau struktur kisi lapisan acak. Uji  FTIR menunjukkan adanya gugus-gusus fungsi yang terdapat dalam adsorben CT-Fe3O4-AH yang berperang aktif dalam proses penyerapan zat warna kristal violet seperti gugus karboksil (-COOH) dan gugus hidroksil (-OH). Selain itu uji FTIR setelah proses adsorpsi menunjukkan adsorben yang mengadsorpsi kristal violet pada pada bilangan gelombang 1043.49 cm-1. Adsorben CT-Fe3O4-AH yang dihasilkan mampu menyerap kristal violet dengan kapasitas penyerapan 7,85 mg/g pada kondisi optimum yang terjadi pada pH 6 , waktu kontak 60 menit dan konsentrasi 15 mg/L. Pengujian isoterm adsorpsi dilakukan menggunakan isoterm Langmuir dan isoterm Freundlich, dan diperoleh hasil jenis isoterm yang sesuai dengan proses adsorpsi kristal violet menggunakan adsorben CT-Fe3O4-AH adalah isoterm Freundlich dengan nilai R2 yaitu 0,98592.&#13;
Kata kunci: abu cangkang tiram, SEM, XRD, FTIR, Fe3O4, asam humat, adsorpsi, kristal violet</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ADSORPTION - CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>343.071</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117970</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-15 07:49:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-15 17:13:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>