KAJIAN KOREOGRAFI TARI GAH DI SANGGAR PUSAKA NANGGROE KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN KOREOGRAFI TARI GAH DI SANGGAR PUSAKA NANGGROE KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Anjali Br Ginting - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tri Supadmi - 196702161993032002 - Dosen Pembimbing I
Tengku Hartati - 197108122006042001 - Dosen Pembimbing II
Ramdiana - 197609162006042001 - Penguji
Nurlaili - 197506102006042001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1906102030003

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Sendratasik., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

792.82

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata Kunci : Kajian, Koreografi, Tari Gah

Penelitian yang berjudul “Kajian Koreografi Tari Gah di Sanggar Pusaka
Nanggroe Kabupaten Pidie”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini
adalah bagaimana kajian koreografi tari Gah di Sanggar Pusaka Nanggroe
Kabupaten Pidie. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Koreografi Tari
Gah di Sanggar Pusaka Nanggroe kabupaten Pidie. Pendekatan penelitian yang
digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini
adalah koreografer sanggar Pusaka Nanggroe, ketua sanggar Pusaka Nanggroe,
penari dan pemusik sanggar Pusaka Nanggroe. Objek dalam penelitian ini adalah
tari Gah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara,
observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian
data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Gah merupakan
tari kreasi baru yang diciptakan oleh Yusri Sulaiman Asyek, SKM,M.Kes., gerak
dari tari Gah merupakan pola-pola ragam gerak dari gerak tradisi aceh seperti
Laweut dengan menggunakan properti rebana kecil dan rencong sebagai senjata
tradisional masyarakat Aceh dan juga sebagai identitas masyarakat Aceh. Awal
penciptaan tari Gah, koreografer terlebih dahulu menetukan tema dasar sebelum
melakukan proses penggarapan sehingga tercipta hasil karya yang baik. Sebuah
karya tari yang diciptakan harus melalui beberapa tahap yang dimulai dari tahap
eksplorasi gerak atau pencarian gerak, improvisasi, komposisi dan evaluasi gerak.
Pola lantai yang diciptakan oleh koreografer pada tari Gah hanya sebagai bentuk
kreativitas koreografer semata yang bertujuan untuk menambah keindahan pada
karya tari tersebut. Pola lantai pada tari ini juga ditambah dengan penggunaan level
yang variatif, yaitu level tinggi, sedang dan rendah. Iringan musik tari Gah diiringi
oleh alat musik tradisional, seperti serune kalee, rapa’i, geundrang dan juga
menggunakan syair sebagai musik pengiring dan penuntun gerak tariannya. Tata
busana yang digunakan dalam tari Gah merupakan busana tari tradisional Aceh
pada umumnya dengan motif Awan Meucanek Modifikasi (Awan Berarak
Modifikasi). Bagian penutup kepala penari memakai kain selendang berwarna hijau
dengan model lilit silang untuk memudahkan para penari melakukan gerakangerakan
aktraktif sehingga penari tetap terkesan anggun dan islami. Aksesoris yang digunakan juga
sebuah bros berwarna emas untuk menambah kesan karakter anggun perempuan
Aceh.Tata rias yang digunakan pada tari Gah adalah tata rias cantik
dengan pemilihan beberapa produk makeup berwarna terang dari warna kulit asli
untuk mewujudkan karakter yang lemah lembut namun tegas. Penggunaan tata rias
juga disesuaikan dengan tema dan dapat menggambarkan karakter ketegasan dan
keangguna perempuan Aceh.

Citation



    SERVICES DESK