<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117921">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN ABU CANGKANG CUE (FAUNUS ATER) SEBAGAI ADSORBEN UNTUK ADSORPSI ION BESI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUTRI FAZLIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Kimia</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Putri Fazlia (2023). Pemanfaatan Abu Cangkang Cue (Faunus ater) sebagai &#13;
Adsorben untuk Adsorpsi Ion Besi.&#13;
Kandungan ion besi di dalam air sumur ditandai dengan air bewarna kuning &#13;
kecoklatan dan kelebihan ion besi dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti &#13;
sirosis hati, diabetes, dan gangguan jantung. Penentuan kandungan ion besi sangat &#13;
penting terutama untuk studi kesehatan masyarakat. Salah satu upaya untuk &#13;
meminimalisir dampak ion besi adalah dengan metode adsorpsi. Pada penelitian ini &#13;
cangkang cue sebanyak 3 kg yang diperoleh dari limbah di sebuah rumah makan &#13;
yang terletak di kaki Gunung Kulu dibersihkan dan dijemur di bawah sinar matahari. &#13;
Selanjutnya cangkang cue dihaluskan hingga diperoleh serbuk cangkang cue yang &#13;
telah lolos ayakan 40 mesh sebanyak 509 g, kemudian dikeringkan menggunakan &#13;
oven pada suhu 105oC hingga berat serbuk konstan. Selanjutnya cangkang cue&#13;
dikalsinasi menggunakan furnace pada suhu 900oC selama 4 jam untuk &#13;
menghasilkan abu cangkang cue (adsorben CaO). Abu cangkang cue diaktivasi &#13;
dengan asam klorida (HCl), Kemudian adsorben tersebut dikarakterisasi &#13;
menggunakan XRD dan SEM. Hasil uji SEM pembesar 3.000x, 6.000x, 10.000x dan &#13;
20.000x menunjukkan banyak pori-pori yang terbentuk dengan luas permukaan ratarata pori adsorben adalah 5 , 2 , dan 1 . Hasil uji XRD menunjukkan bahwa &#13;
atom-atom tersusun secara teratur dan memiliki bentuk kristal. Adsorben abu &#13;
cangkang cue yang dihasilkan mampu menyerap ion besi dalam larutan berair dan &#13;
diperoleh kondisi optimum yang terjadi pada waktu kontak 10 menit dan konsetrasi &#13;
10 mg/L. Pengujian isoterm adsorpsi dilakukan menggunakan isotherm Langmuir &#13;
dan Freundlich, dari kedua jenis isoterm tersebut yang paling sesuai dengan proses &#13;
adsorpsi ion besi menggunakan adsorben abu cangkang cue adalah isoterm &#13;
Freundlich dengan nilai r yaitu 1.&#13;
Kata Kunci : Abu cangkang cue, SEM, XRD, aktivasi, adsorpsi, ion besi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ADSORPTION - CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>IRON - CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>541.335</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117921</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-14 12:42:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-15 11:58:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>