<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117882">
 <titleInfo>
  <title>PEMANTAUAN KONDISI PEMESINAN PADA MESIN CNC TU-2A MENGGUNAKAN SINYAL AKUSTIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wan Akmal Indrawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses  pemesinan   merupakan   suatu  proses  yang  digunakan   untuk  mengubah suatu   bentuk   material   menjadi   sebuah   produk   dengan   menggunakan   mesin perkakas .       Kondisi    dari    suatu    proses    pemesinan    dengan    memvariasikan kedalaman  potong dan juga dengan memberikan  impact noise pada spindle, bed, dan  motor  dapat   dianalisa   dengan   menggunakan   sinyal   akustik.  Bunyi   atau akustik merupakan  suatu gelombang  yang merambat  pada suatu media dan hasil dari rambat  gelombang  tersebut  dapat  dianalisa. Analisa yang digunakan  adalah analisa   Fast  Fourier  Transform   (FFT),   analisa   statistik,   dan   analisa   energi akustik  dengan  menggunakan   software yaitu  Matrix  Laboratory  (MATLAB). Analisa  FFT digunakan  untuk melihat  seberapa  besar frekuensi  yang dihasilkan,&#13;
analisa  statistik digunakan   untuk  membuat   hazard  system  (sistem  peringatan&#13;
dini) berdasarkan  pengelompokan   kondisi  pemesinan  yang terjadi  serta melihat besarnya  energi akustik yang  dibangkitkan  dengan  menggunakan  analisa energi akustik.  Data  hasil  analisa  digunakan   untuk  menentukan   bagaimana  keadaan karakter    geometri    dari   set:iap   komponen    mesin   tersebut   dan   juga   besar komponen  frekuensinya  serta pengelompokan  kondisi pemotongan  dan besarnya energi  akustik.  Pada proses  pemotongan  alumunium  dengan  kedalaman  potong&#13;
1    mm  didapat  komponen  frekuensi  sebesar   X1  = 824,1206  Hz, X2 = 820,1206&#13;
Hz, X3 =  1629,8157  Hz,  dan  X4 =  2221,1055  Hz, untuk  analisa  frekuensinya dan untuk analisa  statist:ik sebesar:  2,9235  (nilai kurtosis) dan 2,6035  (nilai  crest&#13;
factor),  sedangkan  besarnya  energi  akustik  yang  didapat  adalah  1,5713  x  10-15&#13;
joule/m3.  Untuk proses pemotongan  kuningan dengan kedalaman  potong sebesar&#13;
1 mm besarny a analisa frekuensi  didapat,  X1=  1254,6069,  X2 =  1262,9815,X3=&#13;
1482,4120,  dan X4 =  1274,7068,  dan  untuk  analisa  statistik,  nilai  kurtosisnya =&#13;
2,5780,  sedangkan  nilai crest factomya = 2,2172,  serta besarnya  energi akustik yang didapat  adalah  1,6260 x 10-15joule/m3&#13;
&#13;
&#13;
Kata   Kunci:   Sinyal   Akustik,   Impact  Noise,  Komponen   frekuensi,   Fast Fourier   Transform   (FFT),   Kurtosis,   Crest  factor,    Energi Akustik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117882</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-13 11:55:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-13 11:55:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>