<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117881">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andrew Zulinoviansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses   gerinda   merupakan    salah   satu   proses   pemesinan   guna   meodapatkan    nilai kekasaran  permukaan  yang  diinginkan.  Pada  penelitian  ini digunakan  besi  cor sebagai benda  kerja dan  proses  pemesinan   yang  digunakan   adalah  proses  gerinda  permukaan dengan   tipe  mesin   LFS  2213   M/H   buatan  Leybold  Jerman   dan  batu  gerinda   yang digunakan  jenis Aluminium  Oxide  (Al0,) dengan grit size 36.  Penggerindaan dilakukan dengan memvariasikan  kedalaman  potong yaitu 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40,45, 50 , juga dilakukan   dua  proses  pemesinan  yang  berbeda  yaitu  proses  gerinda  rata  dengan rnenggunakao   media   pendingin   dan  proses  gerinda   rata  tanpa   rnenggunakan   media pendingin.   Pada  penelitian   ini  cairan  pendingin  yang  digunakan  adalah  cairan  emulsi yang dicampur  dengan  air, dengan  perbandingan 4 : 1. Setelah proses pemesinan  selesai dilakukan,    benda   kerja   diukur   kekasaran   dan   kerataan   permukaannya.   Kekasaran permukaan  diukur  dengan menggunakan alat ukur kekasaran permukaan  Surf Com 480 A dan kerataannya diukur  dengan  menggunakan alat ukur Dial Indicator  (jam ukur).  Pada&#13;
kerataan permukaan  besi  cor ini digunakan  metode  Union Jack.  Pada proses gerinda rata menggunakan  media  pendingin  kedalaman  potong  5   didapat  nilai kekasaran  sebesar&#13;
0,491  dan kedalaman  potong  50  didapat  nilai kekasaran  sebesar  0,935  µm. Pada&#13;
proses   gerinda   rata  tanpa   media   pendingin   kedalaman   potong   5 m   didapat   nilai&#13;
kekasaran   sebesar   1, 173   µm  dan  kedalaman   potong  50  µm  didapat   nilai  kekasaran sebesar   1,576  µm.  Dari  data  hasil  analisa  kerataan  menyatakan   bahwa  besi  cor  hasil proses  gerinda   rata  tidak  didapatkan   kerataan  permukaannya.  Hal  ini  terjadi  karena adanya   panas  yang   timbul  akibat   gesekkan   pada  saat  proses   gerinda  berlangsung, sehingga permukaan  besi cor menjadi tidak rata.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci :  Kekasaran dan Kerataan Permukaan&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LATHES</topic>
 </subject>
 <classification>621.942</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117881</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-13 11:38:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-06 11:52:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>